Lahan Gambut 102.092 Hektare di Sumsel Rusak

Badan Restorasi Gambut atau BRG mencatat telah melakukan restorasi lahan gambut seluas 102.092 hektare di Sumatra Selatan.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  15:15 WIB
Lahan Gambut 102.092 Hektare di Sumsel Rusak
Petugas Kepolisian berusaha memadamkan bara api yang membakar lahan gambut di Pekanbaru, Riau, Senin (25/2/2019). Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau terus berupaya melakukan pemadaman agar kebakaran lahan tidak semakin meluas. - Antara/Rony Muharrman

Bisnis.com, PALEMBANG – Badan Restorasi Gambut atau BRG mencatat telah melakukan restorasi lahan gambut seluas 102.092 hektare di Sumatra Selatan yang rusak akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla pada 2015 lalu.

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna A. Safitri, mengatakan pemulihan lahan gambut yang rusak itu melalui beberapa kegiatan, salah satunya pembasahan kembali (rewetting) dan revegetasi.

Pihaknya juga telah melakukan revitalisasi sosial-ekonomi masyarakat dan program desa peduli gambut di provinsi itu.

“Kerusakan gambut yang sangat parah memerlukan waktu panjang untuk pemulihan karena gambut belum sepenuhnya kembali pada kondisi semula,” katanya di sela diskusi media capaian restorasi gambut di Sumsel dan tantangannya, Kamis (28/2/2019).

Myrna menjelaskan kegiatan fisik restorasi gambut dilakukan melalui mekanisme tugas pembantuan oleh pemerintah daerah.

Pada tahun 2018, kata dia, BRG bersama pihak terkait telah membangun 99 sumur bor, 516 sekat kanal dan 18 upaya penimbunan kanal untuk program pembasahan ekosistem gambut atau rewetting.

Dia menjelaskan pembasahan ekosistem gambut merupakan upaya awal pencegahan kebakaran yang rawan terjadi di lahan gambut.

BRG mencatat penurunan titik panas secara signifikan ditemukan pada lokasi yang makin dekat dengan pembangunan infrastruktur pembahasan gambut (PIPG).

Myrna memaparkan jika berada pada radius 0-1 kilometer dari PIPG, rata-rata hanya terdapat 2,4% titik panas. Semakin jauh dari PIPG, hot spot bertambah.

“Misanya pada jarak 1—2 km, ditemukan 5,6% hotspot dan pada jarak lebih dari 2 km ada 92% hotspot,” kata Myrna.

Sementara untuk revegetasi, BRG mencatat telah melakukan penanaman kembali di lahan seluas 150 ha di provinsi itu.

Dia melanjutkan untuk paket revitalisasi sosial-ekonomi BRG melakukan pemberdayaan warga sekitar di bidang peternakan, perikanan dan perkebunan sebanyak 26 paket.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel, gambut

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top