Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaris Sepanjang Masa Pandemi 2020 Padang dan Bukittinggi Alami Inflasi

Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar selama tahun 2020 di Kota Padang antara lain cabai merah, emas perhiasan, tarif kendaraan roda dua online, rokok kretek filter, udang basah, telur ayam ras, dsb.
Ilustrasi./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti
Ilustrasi./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, PADANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Barat menyampaikan bahwa nyaris sepanjang masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020 Kota Padang dan Bukittinggi mengalami inflasi.

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumbar Kenda Paryatno menjelaskan selama tahun 2020, inflasi di Kota Padang sebesar 2,12 persen. Inflasi terjadi sebanyak 6 kali, yakni terjadi pada bulan Januari, Mei, Agustus, Oktober, November, dan Desember.

"Inflasi tertinggi terjadi pada bulan Desember sebesar 0,71 persen dan terendah terjadi pada bulan Agustus sebesar 0,09 persen," katanya, dalam paparan via onlline di Padang, Senin (4/1/2021).

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi pada bulan April sebesar 0,47 persen dan deflasi terendah terjadi pada bulan Maret sebesar 0,02 persen.

Lalu untuk inflasi di Kota Bukittinggi, selama tahun 2020 itu terjadi sebesar 2,02 persen. Inflasi terjadi sebanyak 8 kali, yakni terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, April, Mei, Oktober, November, dan Desember.

"Inflasi tertinggi terjadi pada bulan Oktober sebesar 0,75 persen dan terendah terjadi pada bulan April sebesar 0,06 persen," ujarnya.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi pada bulan Juli sebesar 0,39 persen dan deflasi terendah terjadi pada bulan September sebesar 0,01 persen.

Menurutnya bila diperhatikan andil inflasi/deflasi kelompok untuk Kota Padang selama tahun 2020, sebanyak 9 kelompok memberikan andil inflasi dan 2 kelompok memberikan andil deflasi.

Sedangkan untuk Kota Bukittinggi, sebanyak 10 kelompok memberikan andil inflasi dan 1 kelompok memberikan andil deflasi.

Kenda Paryatno menyebutkan beberapa komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar selama tahun 2020 di Kota Padang antara lain cabai merah, emas perhiasan, tarif kendaraan roda dua online, rokok kretek filter, udang basah, telur ayam ras, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, petai, akademi/perguruan tinggi, rokok kretek, dan beberapa komoditas lainnya.

Di Kota Bukittinggi, komoditas dengan andil inflasi terbesar antara lain cabai merah,rokok putih,rokok kretek filter, emas perhiasan, minyak goreng, sepatu anak, telur ayam ras, daging ayam ras, tarif kendaraan roda 2 online, ikan dencis, dan beberapa komoditas lainnya.

Namun melihat pada laju inflasi tahun kalender sampai bulan Desember 2020 Kota Padang sebesar 2,12 persen dan laju inflasi Kota Bukittinggi sebesar 2,02 persen.

Laju inflasi year on year Kota Padang (Desember 2020 terhadap Desember 2019) sebesar 2,12 persen dan laju inflasi year on year Kota Bukittinggi sebesar 2,02 persen.

Dengan adanya inflasi di Padang dan Bukittinggi pada penutupan tahun 2020 itu, dari 24 kota IHK di Sumatera, semua kota mengalami inflasi.(k56)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Noli Hendra
Editor : Miftahul Ulum

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper