Setoran Pajak Kendaraan di Sumsel Capai Rp456 Miliar

Oleh: Dinda Wulandari 04 Juli 2018 | 12:51 WIB
Ilustrasi/samsaterkini.blogspot.com

Bisnis.com, PALEMBANG -- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatra Selatan (Sumsel) mencatat nilai setoran pajak sekitar Rp1,48 triliun pada semester I/2018 atau 52% dari rasio target tahapan.

Kepala Bidang Pajak Bapenda Sumsel Hariansyah mengatakan tiga komponen perolehan pajak daerah pada paruh pertama tahun ini berhasil mencapai target yang sudah ditetapkan.

Perolehan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sudah mencapai Rp456,5 miliar atau 51,58%, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) sebesar Rp466,5 miliar atau 52,61%, dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar Rp397,7 miliar atau 57,07%.

Kemudian, perolehan dari Pajak Rokok sebesar Rp157,7 miliar atau 41,4% dan Pajak Air Permukaan (PAP) Rp5,13 miliar atau 33,68%.

"Peningkatan terbesar ada pada BBNKB dan PKB. Meski tahun ini tidak ada pemutihan pajak kendaraan, tapi antusiasme masyarakat Sumsel dalam membayar pajak sudah meningkat," tuturnya, Rabu (4/7/2018).

Secara keseluruhan, pendapatan pajak tersebut tumbuh sekitar 30% dari periode yang sama tahun lalu, yang sebesar Rp1,03 triliun.

Sementara itu, Kepala Bapenda Sumsel Neng Muhaiba menyatakan pihaknya terus melakukan upaya aktif serta jemput bola ke lapangan untuk mempertahankan capaian positif ini.

"Seperti untuk pajak kendaraan, di mana kami berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Sumsel agar intensif menggelar razia kendaraan," ungkapnya.

Pihaknya juga menarik beberapa kendaraan Samsat Keliling ke Palembang. Contohnya, UPTB Samsat Palembang I yang saat ini sudah dilengkapi tiga unit mobil Samping.

Neng menambahkan pajak merupakan komponen utama dalam perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumsel. Oleh karena itu, Bapenda akan lebih memaksimalkan potensi penerimaan pajak lainnya.

"Seperti subsektor pajak bahan bakar alat berat. Sebab, berdasarkan hasil temuan di lapangan banyak perusahaan yang menggunakan alat berat tapi belum melaporkannya ke Bapenda," sebutnya.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya