Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tour de Singkarak di Sumbar Kembali Urung Digelar

Event balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) kembali urung digelar pada tahun 2023 ini.
Ilustrasi tour de singkarak./Ist
Ilustrasi tour de singkarak./Ist

Bisnis.com, PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memastikan event balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) kembali urung digelar pada tahun 2023 ini.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Luhur Budianda menjelaskan alasan belum bisa menggelar TdS pada tahun ini, karena terkendala anggaran. Pasalnya, agenda tahunan di Sumbar itu tidak lagi mendapat support dana dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

"Penyelenggaraan TdS tidak lagi mendapat support dana dari kementerian. Berbeda pada tahun-tahun sebelumnya atau sebelum Covid-19, penyelenggaraan TdS didukung pemerintah pusat," kata Budi ketika dihubungi Bisnis di Padang, Rabu (5/7/2023).

Urungnya TdS digelar sudah terjadi sejak tahun 2020, 2021, 2022, dan hingga 2023 ini. Sementara untuk tahun 2020-2022 itu, penyebab TdS tidak digelar akibat pandemi Covid-19.

Dia mengatakan untuk menyelenggarakan event TdS tersebut butuh dana yang besar yakni kisaran Rp3 miliar hingga Rp4 miliar lebih. Pada TdS tahun-tahun sebelumnya, anggaran itu tidak semuanya dari pemerintah pusat, tapi juga ada dari provinsi, serta dana dari kabupaten dan kota yang dilintasi etape TdS. 

"Memang dari segi anggaran dibantu pemerintah pusat melalui APBN, tidak semuanya dari kementerian, tapi juga ada dari APBD," jelasnya.

Kini kendati TdS 2023 belum bisa digelar, Pemprov Sumbar tengah mengupayakan agar penyelenggaraan TdS ini dihendel oleh pihak ketiga yakni pihak swasta.

Budi menyebutkan untuk mewujudkan hal tersebut, maka TdS perlu dilelang. Namun sebelum itu dilakukan, Pemprov Sumbar perlu menyelesaikan appraisal, karena TdS yang akan digelar pada tahun mendatang itu memiliki konsep yang berbeda pada tahun-tahun sebelumnya.

"HAKI untuk TdS ini kita sudah punya, sekarang kita selesaikan dulu appraisal nya. Setelah itu baru dilelang, jadi kalau di tahun 2023 ini dipastikan TdS belum bisa kita gelar," tegasnya.

Dikatakannya kendati proses menuju lelang iven TdS ini terus berjalan, Budi belum bisa memastikan apakah TdS bisa atau tidak digelar pada tahun 2024 mendatang.

"Untuk tahun 2024 mendatang, saya juga belum bisa memastikannya apakah akan bisa dimulai atau tidak. Tapi mudah-mudahan saja ada kabar baik, dan segala upaya yang tengah kita mulai sekarang ini, di tahun 2024 mendatang TdS bisa kembali digelar" sebut Budi.

Di satu sisi, Budi menjelaskan ada rencana dari Pemprov Sumbar untuk mengubah konsep TdS, yang nantinya lebih mengunggulkan kegiatan tourism atau wisatanya, ketimbang sport atau balap sepedanya saja.

"Soal konsep ini, akan dibahas lebih lanjut antara pihak yang nanti menghendel dengan Pemprov Sumbar," ujarnya.

Budi menyampaikan alasan perlu mengubah konsep iven TdS itu, karena Pemprov Sumbar bersama kabupaten dan kota yang terlibat menginginkan ada dampak ekonomi dari event TdS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper