Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KKP Dukung Hilirisasi Perikanan Sumbar

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan hilirisasi produk kelautan dan perikanan, salah satunya pengolahan udang vaname.
Gubernur Sumbar Mahyeldi (ketiga kanan, depan) saat melihat proses panen udang vaname dalam kunjungan kerjanya ke Lampung, Sabtu (12/6/2021)./Istimewa
Gubernur Sumbar Mahyeldi (ketiga kanan, depan) saat melihat proses panen udang vaname dalam kunjungan kerjanya ke Lampung, Sabtu (12/6/2021)./Istimewa

Bisnis.com, PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan hilirisasi produk kelautan dan perikanan, salah satunya pengolahan udang vaname.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Desniarti mengatakan budi daya vaname di Sumbar terbilang bagus. Sebaran budi daya udang ini berada di sejumlah daerah.

"Budi daya udang vaname ini diharapkan dapat terintegrasi di Sumbar, mulai dari hatchery, budidaya berkelanjutan, unit pengolahan udang, pemasaran dan kelembagaan, hingga dukungan penanganan ikan pada pelabuhan perikanan dan pengembangan unit-unit pengolahan ikan (UPI)," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/7/2022).

Menurutnya potensi kelautan dan perikanan Sumbar cukup besar. Hanya saja sejauh ini belum terkelola denan maksimal, seperti udang vaname, ikan kerapu dan lainnya.

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy menyampaikan PDRB Sumbar terbesar dari sektor pertanian termasuk perikanan.

Dari 19 kabupaten dan kota yang ada di Sumbar, 7 diantaranya berada di pesisir, dengan beberapa komoditas yang dikembangkan antara lain tuna, kerapu, kakap, kepiting, lobster, udang vaname. Sebagian besar usaha masih didominasi UMKM.

"Dengan potensi besar yang ada di Sumbar, kami berharap kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Dirjen dan jajaran agar dapat melaksanakan program prioritas Ditjen PDSPKP dialokasikan untuk Sumatra Barat," kata Wagub.

Menanggapi hal itu, Dirjen PDSPKP Artati Widiarti menegaskan KKP tentu akan mendorong hilirisasi produk kelautan dan perikanan di Sumbar termasuk mendorong investor untuk pengolahan udang.

Seperti untuk ekspor saat ini, katanya, sudah ada pencatatan dari daerah asal ekspor, untuk menjamin mutu udang.

Sehingga dibutuhkan bantuan sarana penanganan udang portable di tambak udang, yang juga ada cheese freezer yang masih tersedia pada tahun 2022 ini, termasuk sarana pengolahan untuk UPI dan juga sertifikasi kelayakan pengolahannya (SKP).

"Kami juga mendorong pasar ikan higienis dan sentra kuliner juga untuk mendorong pariwisata satu diantaranya di pantai Carocok Pesisir Selatan dan berharap segera difungsikan, selain itu juga ada inkubasi bisnis, diversifikasi produk, bedah UPI, pasar laut Indonesia, aplikasi gemarikan dan lain-lain," kata Artati.

Dia juga menyatakan akan memfasilitasi daerah sesuai program dan kegiatan yang ada, yang tentunya tetap mengacu kepada syarat dan ketentuan yang berlaku dan ketersediaan anggaran.

Dia menegaskan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui Direktorat Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) mendukung upaya Pemprov Sumbar untuk terus meningkatkan hilirisasi produk kelautan dan perikanan termasuk mendorong investor untuk pengolahan udang. (k56)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Noli Hendra
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper