Ekspor Komoditas Hortikultura Sumut Terus Meningkat

Ekspor komoditas hortikultura cukup potensial. Sejumlah komoditas hortikultura asal Sumatra Utara terus meningkat hingga 30 persen.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 26 September 2019  |  21:08 WIB
Ekspor Komoditas Hortikultura Sumut Terus Meningkat
Ilustrasi hortikultura - Bisnis.com

Bisnis.com, MEDAN – Ekspor komoditas hortikultura cukup potensial. Sejumlah komoditas hortikultura asal Sumatra Utara terus meningkat hingga 30 persen.

Berdasarkan data sistem Indonesia Quarantine Full Automation System (IQFAST) Karantina Pertanian Belawan, pada 2019 ini, memasuki vulan kesembilan, komoditas hortikultura mencapai 16 jenis produk, meningkat 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya 12 jenis.

Sementara itu, jumlah sertifikasi karantina pada produk hortikultura untuk memenuhi persyaratan negara tujuan juga meningkat 19 persen.

Dilansir dari data yang sama periode Januari-September 2019 terdapat 1.015 kali permintaan sertifikasi, dengan total 22.750 ton komoditas dibandingkan dengan 2018 dan 846 kali dengan jumlah 19.540 ton.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut Dahler Lubis mengatakan ekspor hortikultura dari 2016 hingga 2019 terhitung stabil.

Dahler mengutarakan hortikultura yang mendominasi pasar ekspor adalah kubis, selada, wortel, kacang-kacangan, tomat, hingga kentang.

"Dari berbagai pelaku ekspor, banyak yang ekspor kubis ini, cuma mereka tujuan hampir sama rata-rata ke Taiwan dan Korea Selatan," tutur Dahler pada Kamis (26/9/2019).

Sementara dari komoditas buah-buahan, menurutnya, Sumut paling banyak mengekspor manggis, alpukat, dan durian. Beberapa negara tujuan ekspor potensial untuk buah buahan tersebut antara lain Singapura, Malaysia, China, Taiwan, Korsel.

"Sebagian juga akan diekspor mereka lagi ke Korsel, tapi titik kumpulnya di Singapura dan Malaysia," tambahnya.

Dia menjelaskan buah durian yang menjadi buah favorit di Medan juga diekspor ke Korsel dalam bentuk buah segar. Hal menarik lainnya, Sumut juga sudah mengekspor permintaan khusus berupa ubi rambat dalam bentuk powder yang dikirim ke Korsel dan Jepang.

Adapun, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil mengatakan sebelumnya Barantan telah melakukan pelepasan ekspor produk-produk pertanian asal Sumut yang dikirimkan ke pasar Asia senilai Rp37,7 miliar.

Sementara itu, lanjutnya, komoditas dan produk pertanian yang dikirim terdiri dari hasil olahan produk hortikultura berupa jus nanas sebanyak 6,4 ton dan 9,2 ton jus pepaya di negara tujuan Vietnam. Selain itu, terdapat 14 produk segar dan olahan hortikultura seperti sayuran kubis, jahe, ubi jalar beku, kentang, kentang beku, tepung serai, asam potong, dan mengkudu.

Negara tujuan ekspor produk tersebut adalah Jepang, Korsel, India, Taiwan, Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Thailand, China, dan Singapura.

Sebelumnya, Kepala Karantina Belawan Hasrul mengatakan untuk kinerja ekspor sektor pertanian di wilayah Belawan hingga September tercatat 8.745 kali permohonan ekspor, dengan nilai mencapai Rp9,5 triliun.

Hasrul menambahkan guna mendorong ekspor dan mempercepat investasi pertanian, pihaknya akan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder.

Langkah ini diharapkan dapat memetakan masalah dan mencarikan solusi guna mendorong ekspor,Untuk itu, salah satu inovasi yang disiapkan adalah Layanan Pojok Ekspor. Inovasi tersebut merupakan fasilitas yang dapat memberikan informasi lain yang disiapkan khusus bagi calon pelaku agrobisnis yang baru memasuki pasar ekspor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hortikultura, sumut

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top