CPO Kebun Peremajaan Musi Banyuasin Potensial Menyuplai B100

Kelapa sawit dari kebun peremajaan di Kabupaten Musi Banyuasin Sumatra Selatan ditargetkan menjadi bahan baku utama Biosolar hingga B100 atau solar dengan kandungan minyak 100% kelapa sawit.
Dinda Wulandari | 14 Februari 2019 13:17 WIB
Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, PALEMBANG – Kelapa sawit dari kebun peremajaan di Kabupaten Musi Banyuasin Sumatra Selatan ditargetkan menjadi bahan baku utama Biosolar hingga B100 atau solar dengan kandungan minyak 100% kelapa sawit.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex mengatakan hasil minyak sawit mentah (CPO) dari kebun muda dan pemanfaatan produksi gas ini akan dijadikan Biosolar dalam upaya menaikkan harga sawit petani rakyat.

“Muba merupakan daerah pertama di Sumsel yang mendapat program Peremajaan Sawit Rakyat [PSR] dari pusat. Oleh karena itu kami merintis suplai CPO hasil replanting kelapa sawit untuk green energy Biosolar," katanya, Kamis (14/2/2019).

Dodi menegaskan bahwa kabupaten sentra kelapa sawit itu berhasil meremajakan sawit rakyat seluas 7.500 hektar sejak 2017. Sementara tahun ini, pihaknya sudah mengajukan replanting lagi seluas 5.000 ha sehingga total mencapai 12.500 ha.

“Kami juga berpotensi menghasilkan Biosolar hingga B100 dari replanting kelapa sawit, dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat, jadi kita tidak lagi berbicara B20, tapi sudah memikirkan energi terbarukan dan kebutuhan masa depan,” paparnya.

Diketahui, pemerintah meminta segera menerapkan mandatori Biodiesel 30% (B30) sebagai salah satu lagkah untuk mengatasi tekanan ekonomi global.

Target produksi Biosolar pada 2018 mencapai 3,5 juta kiloliter dengan kapasitas terpasang 11,6 juta kiloliter.

Dia melanjutkan jika kegiatan CPO menjadi Biosolar terwujud akan meningkatkan pendapatan petani sawit dari nilai tambah produk. Untuk mewujudkan upaya itupula, dalam waktu tak lama Muba segera merealisasikan Verified Source Area (VSA).

Penerapan VSA selain efektif juga menguntungkan. Sebab sistem ini memastikan semua komoditas sawit dan karet dari Muba terverikasi nantinya sehingga penyelenggaraan atau klaim produk tak akan terjadi.

"Artinya tidak bisa lagi pihak dari luar menyerang isu deforestasi dari hasil komoditas sawit," katanya.

Tag : biosolar
Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top