Sumsel Promosikan LRT hingga ke Desa

Oleh: Rustam Agus 03 November 2018 | 18:49 WIB
Sumsel Promosikan LRT hingga ke Desa
Rangkaian Light Rail Transit (LRT) Palembang melintas di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Senin (23/7/2018)./ANTARA-Nova Wahyudi

Bisnis.com, PALEMBANG--Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru menginginkan promosi Light Rail Transit (LRT) atau kereta layang ringan sampai ke pelosok desa supaya semakin diminati masyarakat.

"Jadi kereta listrik itu jangan hanya sekedar menjadi transportasi wisata saja tetapi memang untuk kebutuhanan lainnya," kata gubernur saat diskusi kereta layang ringan yang dilaksanakan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sumsel di Palembang, Sabtu.

Dia mengatakan, saat ini kereta yang menggunakan dana APBN itu baru digunakan transportasi wisata saja bagi masyarakat.

Hal ini karena hanya waktu libur penumpang ramai sehingga perlu terus dilakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat, ujar dia.

Dia mengatakan, sebagai kepala daerah dirinya dan masyarakat Sumsel sangat berterima kasih kepada pemerintah sudah memberikan alat transportasi berikut jalan dengan nilai lebih dari Rp10 triliun.

"Kita harus hargai itu, dan tentu ini menjadi tanggungjawab semua karena sudah dititipi operasional kereta layang ringan," kata gubernur.

Gubernur menilai kehadiran dan manfaat angkutan modern dan nyaman ini belum tersosialisasi dengan baik.

"Sekarang kereta layang ringan itu menjadi aset provinsi, jadi saya harus terlibat memasyarakatkannya supaya kereta itu jadi moda transportasi yang digemari," jelasnya.

 Dia mengatakan, supaya masyarakat gemar menggunakan LRT untuk menunjang aktivitas sehari-hari maka pihaknya siap membantu PTKAI sebagai operator untuk melakukan sosialisasi ke semua kalangan. Tak terkecuali masyarakat di tingkat RT, kelurahan bahkan bila perlu sampai ke desa.

 "Transportasi ini mahal dan bagus, kita akan bantu Kemenhub dan PT KAI mengedukasi masyarakat agar gemar menggunakan kereta itu," jelasnya.

Selain sosialisasi yang tidak kalah penting perlu disiapkan agar transportasi ini menjadi pilihan masyarakat dengan menyediakan kantong-kantong parkir di setiap stasiun.

"Saya lihat sejauh ini kantong parkirnya belum ada. Bagaimana masyarakat mau naik. Jadi penumpang harus didrop dulu baru bisa naik kereta, makanya orang belum banyak naik ini pada hari biasa," katanya.

Solusi lainnya agar masyarakat mau menggunakan moda transportasi massal ini dengan menyediakan bus angkutan dan penjemput di stasiun yang ada, tambah dia.

Sementara itu Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Sumsel Prof Erika Buchori mengatakan, diskusi ini dilatari tingginya biaya operasional kereta listrik sedangkan subsidi yang diberikan pemerintah terbatas.

Jadi sudah saatnya pemerintah memikirkan kemandirian pengoperasionalan kereta ringan tersebut dimasa mendatan, ujar guru besar Unsri itu.

Sehubungan itu forum diskusi ini bertujuan mendapatkan titik temu berbagai kepentingan antar stakeholder, pemerintah dan swasta dan masyarakat dalam upaya menjaga keberlangsungan kereta modern tersebut, tambah dia.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya