Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dua Kecamatan di Kabupaten OKU Dilanda Banjir, 1.695 Rumah Terdampak

Dua kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dilanda bencana banjir akibat hujan intensitas sedang hingga tinggi yang terjadi sejak Senin (6/5/2024).
Kondisi banjir di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatra Selatan. /BPBD OKU
Kondisi banjir di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatra Selatan. /BPBD OKU

Bisnis.com, PALEMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan melaporkan sebanyak dua kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dilanda bencana banjir akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang terjadi sejak Senin (6/5/2024) pukul 19.30 WIB. 

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten OKU sementara ini bencana banjir telah mengakibatkan sebanyak 1.695 rumah di 16 kelurahan/desa terendam banjir. 

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) M Iqbal Alisyahbana mengatakan banjir susulan berpotensi terjadi dan kian meluas jika hujan masih terus mengguyur dan mengakibatkan debit sungai di wilayah tersebut naik. 

Dia merincikan di Kecamatan Baturaja Barat terdapat lima kelurahan dan lima desa terendam banjir. Masing-masing diantaranya Kelurahan Tanjung Agung sebanyak 25 rumah, Kelurahan Talang Jawa 20 rumah, Kelurahan Air Gading 20 rumah, Kelurahan Batu Kuning 250 rumah dan Kelurahan Saung Naga 50 rumah. 

Selanjutnya Desa Tanjung Karang 10 rumah, Desa Laya 300 rumah, Desa Karang Endah 20 rumah, Desa Batu Putih 20 rumah dan Desa Pusar 100 rumah. 

“Di Desa Karang Agung ada satu jembatan gantung putus dan sekitar 10 hektare lahan perkebunan dan pertanian terendam,” kata Iqbal saat dihubungi Selasa (7/5/2024). 

Sementara di Baturaja Timur, terdapat lima kelurahan dan satu desa terendam diantaranya 

Kelurahan Sekarjaya 100 rumah, Kelurahan Baturaja Permai 300 rumah, Kelurahan Baturaja Lama 200 rumah, Kelurahan Kemala Raja 30 rumah dan Kelurahan sukaraya 20 rumah. Untuk 30 terdampak berada di Desa Air Pauh. 

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD OKU, Mulyadi mengatakan saat ini tim BPBD OKU tengah melakukan evakuasi warga terdampak dengan menggunakan perahu. 

Dia mengatakan hingga saat ini sebagian daerah sudah berangsur surut, termasuk salah satu fasilitas umum yakni Rumah Sakit (RS) Sriwijaya. 

“Akibat banjir satu jembatan gantung di Pusar putus  dan akses warga terganggu,” katanya. 

Saat ini, imbuh Mulyadi, pihaknya masih terus melakukan pendataan jumlah warga terdampak akibat banjir. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper