Bisnis.com, PEKANBARU -- Pemprov Riau menyatakan terus mengantisipasi terjadinya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Riau Edy Afrizal mengungkapkan sejak Januari hingga Februari 2025, sudah terdeteksi 136 titik panas (hotspot), dengan 36 di antaranya dikonfirmasi sebagai titik api (firespot).
"Luas lahan yang terbakar mencapai 72,31 hektare, tersebar di beberapa kabupaten seperti Dumai, Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti," ujarnya, Kamis (27/2/2025).
Dia merincikan mayoritas lahan yang terbakar merupakan milik masyarakat, terutama lahan perkebunan, sedangkan tidak ditemukan kebakaran di lahan korporasi.
Menghadapi musim kemarau, BPBD Riau telah menyurati seluruh pemerintah daerah dan perusahaan yang beroperasi di lahan gambut untuk memastikan kesiapan peralatan pemadam kebakaran.
"Jika ada peralatan yang rusak, seperti selang pemadam air, dapat diajukan ke BPBD untuk perbaikan. Kami juga akan memantau perkembangan dalam satu bulan ke depan untuk menentukan peningkatan status Karhutla dari siaga 3 (normal) ke siaga 2 (waspada) atau bahkan siaga 1 (darurat)," jelasnya.
Baca Juga
Dirinya berharap tahun ini jumlah kebakaran hutan dan lahan di Riau bisa berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya.