Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sumsel Perketat Kepatuhan Keluar Masuk Komoditas Jelang Lebaran

Balai Karantina Provinsi Sumsel menggelar operasi patuh guna memastikan lalu lintas komoditas jelang Idulfitri 2024 dapat dilaksanakan sesuai dengan prosedur.
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Sumsel melakukan Operasi Patuh di Pelabuhan Tanjung Api-api, Kamis (4/4/2024)./Bisnis-Husnul
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Sumsel melakukan Operasi Patuh di Pelabuhan Tanjung Api-api, Kamis (4/4/2024)./Bisnis-Husnul

Bisnis.com, PALEMBANG - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menggelar operasi patuh guna memastikan lalu lintas komoditas jelang Idulfitri 2024 dapat dilaksanakan sesuai dengan prosedur. 

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel, Kostan Manalu, mengungkapkan operasi dilakukan untuk melihat kepatuhan para pelaku usaha, pengguna jasa, masyarakat, dan eksportir maupun importir dalam melalulintaskan produk. 

“Hari ini bersama Dinas Perhubungan, unsur TNI, dan Polri kita menggelar operasi patuh di Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-api (TAA) yang juga kegiatan rutin dari Balai Karantina,” katanya kepada Bisnis, Kamis (4/4/2024). 

Adapun sasaran dalam operasi patuh tersebut adalah seluruh transport komoditas dari hewan, tumbuhan, dan ikan serta produk turunannya yang masuk maupun keluar Sumsel. Kegiatan itu juga, kata dia, sejalan dengan kewajiban Balai Karantina untuk memberikan perlindungan terhadap sumber daya alam hayati dan nabati yang ada di Sumsel dari berbagai potensi hama penyakit dan virus. 

“Jadi diharapkan operasi patuh ini untuk dapat meningkatkan upaya pencegahan masuknya hama penyakit maupun virus melalui komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan,” sambungnya. 

Sementara itu, dari hasil operasi patuh hari pertama di Pelabuhan TAA, lalu lintas komoditas masih terpantau aman dan seluruh pembawa produk memiliki kelengkapan dokumen sesuai dengan Undang-undang No.21 Tahun 2019. 

“Kalaupun ada pelanggaran, kita akan melakukan sosialisasi maupun masukan dan teguran agar kesalahan tidak diulangi lagi,” tegasnya. 

Untuk diketahui, Balai Karantina Provinsi Sumsel mencatat sepanjang tahun 2023 Sumsel telah melakukan ekspor komoditas ikan hias dengan total nilai ekonomi mencapai Rp448,25 juta. 

Selain itu, komoditas lain yang juga menarik asal Sumsel dan telah melewati Balai Karantina Sumsel, seperti paha kodok beku yang diekspor menuju Prancis dengan total nilai ekonomi Rp2,3 miliar pada 2023. 

Beberapa komoditas lain seperti kelapa dan produk olahan dari kelapa berupa santan, cocopeat dan cocofiber, serta buah-buahan dan rempah-rempah lainnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Herdiyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper