Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Varian Omicron Masuk Indonesia, Satgas Covid-19 Sumut Segera Gelar Rapat Koordinasi

Pemerintah daerah juga akan membahas langkah antisipasi setelah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan bahwa seorang WNI terpapar varian Omicron.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 16 Desember 2021  |  19:50 WIB
Omicron - ucla.org
Omicron - ucla.org

Bisnis.com, MEDAN - Pemprov Sumatra Utara akan segera menggelar rapat koordinasi untuk menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tentang penanganan Covid-19 pada masa Natal dan Tahun Baru.

Di samping itu, pemerintah daerah juga akan membahas langkah antisipasi setelah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan bahwa seorang WNI terpapar varian Omicron.

"Jadi Pak Gubernur telah memberi petunjuk pada kami untuk melaksanakan rapat koordinasi pada Senin (20/12/2021)," kata Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumatra Utara Arsyad Lubis kepada Bisnis, Kamis (16/12/2021).

Arsyad mengatakan, rapat itu juga akan membahas persiapan pemerintah dalam menangani Covid-19 pada masa Natal dan Tahun Baru.

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Natal 2021 dan Tahun baru 2022. Aturan berlaku mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 mendatang.

Instruksi teranyar Tito sekaligus membatalkan rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 serentak pada Natal dan Tahun Baru. Dengan demikian, tiap daerah kembali menerapkan level PPKM sesuai kondisi masing-masing.

Walau begitu, Arsyad mengatakan tetap bakal ada pengetatan terhadap sektor tertentu.

"Misalnya untuk objek-objek wisata, akan diberlakukan ganjil-genap terhadap kendaraan. Artinya ada pengetatan protokol kesehatan. Untuk selanjutnya, akan kita tunggu setelah rapat," kata Arsyad.

Beberapa pekan sebelum Menteri Kesehatan Budi Sadikin mengumumkan kasus pertama paparan Omicron di Indonesia, Singapura sudah lebih dulu mendeteksi keberadaan virus varian Covid-19 tersebut. Tepatnya pada Kamis (2/12/2021) lalu.

Singapura sendiri diketahui merupakan negara tetangga yang relatif dekat dengan Sumatra Utara.

Virus ini ditemukan memapar dua warga Singapura yang baru melintasi beberapa negara di Afrika. Setelah sempat terdeteksi melalui tes awal, keduanya langsung menjalani isolasi. Berdasar keterangan Kementerian Kesehatan Singapura kala itu, belum ditemukan bukti keduanya berinteraksi dengan warga lain.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa satu di antara tiga pekerja kebersihan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, positif Omicron setelah melalui Genome Sequencing.

“Kemenkes tadi malam mendeteksi ada pasien N terkonfirmasi Omicron per 15 Desember 2021,” kata Budi pada konferensi pers, Kamis (16/12/2021).

Budi mengatakan, ketiga pekerja kebersihan itu positif Covid-19. Akan tetapi, hanya satu yang terdeteksi terpapar varian Omicron.

"Kami terima sampel 10 Desember, ada tiga pekerja pembersih yang positif tapi satu yang positif Omicron," katanya.

Ketiga orang tersebut tidak menunjukkan gejala meski terpapar virus.

"Kondisi umum pasien ini tanpa gejala, masih sehat, tidak ada demam, tidak ada batuk-batuk," ujar Budi.

Menurut Budi, penyebaran Omicron terbukti sangat cepat. Di Inggris misalnya. Lonjakan kasus terjadi dari 10 per hari menjadi 70.000 kasus per hari.

Walau begitu, Budi mengimbau masyarakat agar tidak panik. Namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan serta mengikuti vaksinasi.

"Kedatangan varian baru dari luar negeri yang kita identifikasi di karantina, menunjukkan bahwa sistem pertahanan kita atas kedatangan varian baru cukup baik, perlu kita perkuat," kata dia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut Covid-19
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top