Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelabuhan Tanjung Buton Terapkan Inaportnet Pacu Kinerja Pelabuhan

Sistem informasi layanan kepelabuhan Inaportnet resmi berlaku di Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Riau.
Eko Permadi
Eko Permadi - Bisnis.com 24 November 2020  |  15:27 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, PEKANBARU — Sistem informasi layanan kepelabuhan Inaportnet resmi berlaku di Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Riau.

Penandatanganan pakta integritas dan peluncuran sistem itu dilakukan 18 November lalu di Aula Pertemuan Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Manajer Publik Relations PT Samudra Siak, Rolis mengatakan tujuan penerapan aplikasi ini merapikan kembali sistem kerja di pelabuhan seperti pembayaran uang jasa pelabuhan dan lain-lain.

“Sebelum Inaportnet dibuat, sistemnya masih manual. Artinya tidak semua kepelabuhan di Indonesia terdata di dalam sebuah sistem. Hadirnya Inaportnet [salah satunya] untuk melunasi seluruh utang piutang. Ketika menggunakan aplikasi ini harus melunasi dulu. Sistemnya terkoneksi dengan baik,” katanya kepada Bisnis, Selasa (24/11/2020).

Menurut laman Kementerian Perhubungan, Inaportnet adalah sistem layanan tunggal berbasis internet yang mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan. Berupa portal elektronis yang terbuka dan netral guna memfasilitasi pertukaran data dan informasi layanan kepelabuhanan secara cepat, aman, netral dan mudah yang terintegrasi dengan instansi pemerintah terkait, badan usaha pelabuhan dan pelaku industri logistik untuk meningkatkan daya saing komunitas logistik Indonesia.

Adanya sistem Inaportnet, para pengguna jasa secara daring bisa memantau pergerakan kapal dan kontainer sehingga akan meningkatkan transparansi pelayanan. Pelacakan dokumen dan kontainer dapat dilakukan dengan mudah dan transparan serta dapat meningkatkan kualitas dokumen dan minimalkan penggunaan kertas.

Selain itu dapat mempersingkat waktu pelayanan dari 1-3 hari menjadi 30 menit yang mengakibatkan penurunan biaya logistik.

PT Samudra Siak merupakan badan usaha milik Kabupaten Siak yang bertugas mengelola Pelabuhan Industri Tanjung Buton.

Sebelumnya Inaportnet sudah diterapkan di 33 pelabuhan yang ada di Indonesia. Sehingga tahun ini menjadi 53 Pelabuhan setelah dilakukan soft launching 20 pelabuhan di Indonesia.

“Alhamdulillah pelabuhan Tanjung Buton sudah termasuk data-data Inaportnet,” ujar Rolis.

Perdagangan ekspor-impor Riau pada September 2020 mencapai US$1,20 miliar (naik 6,06 persen dibanding bulan sebelumnya) dan impor sebesar US$89,76 Juta (naik 6,20 persen). Neraca Perdagangan Riau sebesar US$1,11 Miliar (naik 6,05 persen). Kontribusi seluruh ekspor Riau terhadap nasional sebesar 8,60 persen.

Ekspor non migas Riau masih ditopang komoditas lemak & minyak hewan/nabati (CPO) sebesar US$61,53 juta, Bubur Kayu (Pulp) US$14,46 juta, dan berbagai produk kimia US$3,42 juta.

Badan Pusat Statistik Riau mencatat ada empat pelabuhan utama dengan kinerja ekspor tertinggi periode Januari hingga September 2020.

Diantaranya Pelabuhan Dumai sebesar US$6.993,70 juta, Pelabuhan Buatan sebesar US$1.004,94 juta, Pelabuhan Perawang sebesar US$977,18 juta dan Pelabuhan Sungai Pakning sebesar US$281,68 juta. Namun, Pelabuhan Tanjung Buton tidak termasuk di dalamnya. (K42)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top