Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wali Kota Batam Diperiksa KPK karena Tolak Ranperda Zonasi

Wali Kota Batam Muhammad Rudi akhirnya selesai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah diperiksa sekitar empat jam lamanya.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  17:36 WIB
Bun Hai, notaris pembuat PT. Kelong Abadi Sejahtera seusai diperiksa KPK. - Bisnis/Bobi Bani
Bun Hai, notaris pembuat PT. Kelong Abadi Sejahtera seusai diperiksa KPK. - Bisnis/Bobi Bani


Bisnis.com, BATAM — Wali Kota Batam Muhammad Rudi akhirnya selesai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah diperiksa sekitar empat jam lamanya.

Keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 14.30 WIB, Rudi langsung bergegas meninggalkan Mapolresta Barelang, lokasi pemeriksaan.

Kepada awak media, Rudi menjelaskan dirinya diperiksa terkait dengan penolakannya terhadap Ranperda rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K) Kepri.

Rudi tidak menjelaskan secara detail terkait dengan teknis pemeriksaan yang dijalaninya sekitar empat jam lamanya.

"KPK menanyakan alasan saya menolak Ranperda RZWP3K di Provinsi (Provinsi Kepri)," tutur Rudi, Jumat (26/7/2019).

Adapun alasan dirinya menolak Ranperda RZWP3K tersebut, Rudi mengaku untuk menghindari wilayah Batam dari adanya penambangan pasir laut di wilayah Kota Batam.

"Saya tidak menginginkan ada tambang pasir laut di wilayah Batam, bukan reklamasi ya, jangan salah," kata Rudi lagi.

Ia tidak menjelaskan lebih jauh kenapa dirinya tidak menginginkan adanya penambangan pasir laut di wilayah Batam ini.


Selain Rudi, satu orang lainnya yang telah selesai menjalani pemeriksaan hari ini adalah Bun Hai, notaris yang dimintai keterangan terkait pembuatan PT. Kelong Abadi Sejahtera.

Bun Hai menjelaskan, PT. Kelong Abadi Sejahtera ini pada prosesnya belum sempat didirikan. Walaupun pihaknya telah menyanggupi untuk pembuatnya, hanya saja data yang dibutuhkan untuk mendidikan PT. Kelong Abadi Sejahtera ini belum diterimanya, sehingga prosesnya belum bisa dilanjutkan.

Terkait dengan siapa pemilik PT. Kelong Abadi Sejahtera ini, Bun Hai mengaku pihaknya tidak bisa memberikan keterangan tersebut, karena berkaitan dengan kode etik profesinya sebagai notaris. Akan tetapi, ia menginformasikan bahwa lokasi PT. Kelong Abadi Sejahtera ini berada di salah satu lokasi di Kota Batam.

"Persisnya dimana saya tidak tahu, karena memang proses pendirian PT saja belum selesai, jadi belum kita ketahui dimana," kata Bun Hai.

Ketika ditanya perihal pemeriksaan oleh yang dijalaninya, Bun Hai mengaku dirinya menjawab dan memberikan semua informasi yang dibutuhkan KPK. Ia juga mengaku tidak ada hubungan antara PT yang baru akan dibuatnya ini dengan informasi yang dicari KPK.

"Kan PT dengan nama Kelong ini banyak, mungkin mereka (KPK) salah dapat informasi, jadinya yang dipanggil saya," kata Bun Hai lagi. (K41)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kepri
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top