Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pengangguran di Sumut Terkonsentrasi di Perkotaan

Di Sumatra Utara jumlah pengangguran di kota lebih tinggi dibandingkan dengan di desa yakni tingkat pengangguran terbuka (TP) di kota menyentuh 7,86% dan di desa sebesar 3,02%. 

Bisnis.com, MEDAN – Di Sumatra Utara jumlah pengangguran di kota lebih tinggi dibandingkan dengan di desa yakni tingkat pengangguran terbuka (TP) di kota menyentuh 7,86% dan di desa sebesar 3,02%. 

Syekh Suhaimi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara, mengatakan secara total TPT Sumatra Utara pada Februari 2019 sebesar 5,56% atau angka terendah sejak Februari 2017. Dari total angkatan kerja 7,45 juta orang, 7,04 juta orang bekerja dan 414.000 orang menganggur. Dari data didapatkan angka TPT tertinggi justru berasal dari penduduk di kota yakni sebesar 7,86%. Meskipun secara total TPT turun, angka TPT di kota justru naik. 

Pada Februari 2017, ketika TPT total sebesar 6,41%, TPT di kota sebesar 7,46% dan TPT di desa sebesar 5,36%. Kemudian, pada Februari 2018, saat TPT total sebesar 5,59%; TPT di kota sebesar 7,35% dan TPT di desa sebesar 3,57%. Terakhir, pada Februari 2019, saat TPT total turun menjadi 5,56%; TPT di kota naik menjadi 7,86% dan TPT di desa turun menjadi 3,02%. 

"Kami masih merisaukan dengan tingkat pengangguran terbuka di daerah kota yang selama beberapa tahun terakhir meningkat. Ini lebih tinggi dibandingkan Februari 2018, di desa lebih rendah daripada keadaan setahun yang lalu," ujarnya, Senin (6/5/2019).

Menurutnya, Pemerintah harus mengkaji lebih lanjut penyebab naiknya TPT di kota agar jumlah pengangguran bisa menurun. Dia berasumsi bahwa tingginya TPT di kota karena faktor urbanisasi. Dia berujar perpindahan masyarakat dari desa ke kota tak berdampak positif dari sisi ketenagakerjaan karena masyarakat yang pindah tak bisa terserap dunia kerja. Sementara itu, TPT di desa turun akibat penyaluran dana desa. 

Bila merujuk pada sektornya, 40,4% pekerja terserap di sektor pertanian. Kemudian, diikuti sektor perdagangan yang menyerap 17,5% pekerja; sektor industri pengolahan 8% dan akomodasi dan makan minum 7,3% serta jasa pendidikan 5,1%. Di urutan terbawah, sektor pengadaan air, listrik dan gas pekerja juga sektor informasi dan komunikasi  yang hanya menyerap 0,5% pekerja.

"Dana desa berpengaruh terhadap penurunan tingkat penurunan pengangguran desa, infrastruktur pertanian yang semakin menjanjikan. Di kota semakin hari, semakin tinggi yang bisa kami baca di sini tenaga kerja yang masuk ke daerah-daerah kota," katanya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Sutarno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper