Sumsel Luncurkan Gebrakan Baru Tekan Angka Kemiskinan

Pemprov Sumatra Selatan meluncurkan aplikasi penanggulangan kemiskinan, SiGertak Plus, sebagai upaya untuk menekan angka kemiskinan provinsi itu yang masih di atas rata-rata nasional.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 24 April 2019  |  21:54 WIB
Sumsel Luncurkan Gebrakan Baru Tekan Angka Kemiskinan
Gubernur Sumsel Herman Deru (kiri) bersama Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel Ekowati Retnaningsih saat peluncuran aplikasi SiGertak Plus. - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemprov Sumatra Selatan meluncurkan aplikasi penanggulangan kemiskinan, SiGertak Plus, sebagai upaya untuk menekan angka kemiskinan provinsi itu yang masih di atas rata-rata nasional.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan SIGertak Plus merupakan aplikasi berbasis data terpadu (BDT) by name by address seluruh penduduk miskin di Sumsel. Sehingga akan dapat diketahui dengan jelas masalah yang ada dan menyusun program atau kegiatan yang tepat sasaran.

“Apapun yang mereka perbuat dan lakukan tentu harus dilalui dengan perencanaan yang baik dan perencanaan itu tugas kita untuk menurunkan angka kemiskinan dengan lima prioritas pembangunan yang telah ditetapkan,” ujarnya saat peluncuran yang bertepatan dengan Musrenbang Sumsel 2019, Rabu (24/4/2019).

Deru menjelaskan lima prioritas pembangunan yang akan dilakukan sebagai upaya percepatan pengentasan kemiskinan yang akan dilakukan 2020, yakni pembangunan SDM dan kualitas tata kelola pemerintah.

Selanjutnya, penguatan konektivitas kualitas infrastruktur dan energi. Prioritas lainnya adalah pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan pengurangan kemiskinan, peningkatan kedaulatan pangan pangan dan kualitas lingkungan serta stabilitas keamanan umat beragama.

“Infrastruktur, misalnya menjadi sangat penting karena salah satu penyebab kemiskinan itu adalah pembangunan yang tidak merata,” katanya.

Dia menambahkan, terdapat dua permasalahan makro yang belum bagus pencapaiannnya dan menjadi perhatian khusus, salah satunya adalah angka kemiskinan yang masih tinggi sebesar 12,82 per September 2018 atau di atas nasional yang sebesar 9,66%.

“Sekarang telah ada komitmen bersama seluruh bupati dan walikota se-Sumsel untuk menurunkan angka kemiskinan menjadi 1 digit,” katanya.

Oleh karena itu, gubernur melanjutkan, perlu disusun program dan kegiatan penanggulanga kemiskinan yang sinergi nasional, provinsi dan 17 kabupaten/kota di Sumsel.


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top