Sumsel Perangi Angka Kemiskinan 13 Persen Melalui Sektor Pertanian

Pemprov Sumatra Selatan fokus menurunkan angka kemiskinan dengan menggarap potensi pertanian yang selama ini dinilai belum optimal. Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pertanian bisa menekan kemiskinan lebih cepat dibanding sektor lain untuk Sumsel yang angka kemiskinannya di atas nasional.
Dinda Wulandari | 06 Desember 2018 12:48 WIB
Petani menanam bibit padi pada musim tanam di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, Jumat (5/5). - Antara/Feny Selly

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemprov Sumatra Selatan fokus menurunkan angka kemiskinan dengan menggarap potensi pertanian yang selama ini dinilai belum optimal. Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pertanian bisa menekan kemiskinan lebih cepat dibanding sektor lain untuk Sumsel yang angka kemiskinannya di atas nasional.

"Kita harusnya malu angka kemiskinan masih dua digit 13,10 sementara nasional sudah 9%. Padahal kita punya potensi pertanian yang luar biasa yang kalau kita garap serius bisa menekan angka kemiskinan tersebut," katanya saat rapat koordinasi Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) Kementerian Pertanian, Kamis (6/12/2018).

Deru menjelaskan dirinya sudah membuktikan sektor pertanian untuk menurunkan angka kemiskinan saat menjabat sebagai bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur di mana angka kemiskinan bisa turun di atas 8%.

"Komitmen untuk peningkatan sektor pertanian dimulai dari buat perda alih fungsi, jadi tidak sembarangan mengubah fungsi lahan pertanian jadi fungsi industri atau perumahan,"jelasnya.

Langkah tersebut, kata dia, akan diterapkan di tingkat provinsi untuk melindungi areal sawah di seluruh kabupaten/kota. Tak hanya itu, Deru melanjutkan, pemprov berencana membeli beras hasil panen petani secara langsung.

Nantinya beras tersebut akan diberikan kepada pegawai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemprov. "Kami ingin menginisiasi semua daerah di Sumsel untuk menjaga semangat petani kita, ini bentuk perhatian kita kepada mereka dan sekaligus mengurangi angka kemiskinan. Anggarannya tidak sampai Rp100 miliar," ujarnya.

Di sisi hulu, Deru mengemukakan, pemprov akan mengoptimalkan sawah rawa yang selama ini hanya panen 1 kali menjadi 3 kali dengan mengadopsi sistem persawahan swasta.

"Kami ingin produktifkan 200.000 ha sawah rawa. Kita adopsi sistem sawah yang dikelola swasta di daerah Pemulutan, Ogan Ilir, mereka bisa panen hingga 3 kali di sawah rawa," katanya.

Tag : sumsel
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top