Ekspor Sumsel Turun Dipengaruhi Karet

Nilai ekspor Sumatra Selatan tercatat turun sebesar 4,24% pada Oktober 2018 dibanding bulan sebelumnya dari semula US$408,07 juta menjadi US$390,76 juta yang dipengaruhi turunnya ekspor karet.
Dinda Wulandari | 03 Desember 2018 17:47 WIB

Bisnis.com, PALEMBANG – Nilai ekspor Sumatra Selatan tercatat turun sebesar 4,24% pada Oktober 2018 dibanding bulan sebelumnya dari semula US$408,07 juta menjadi US$390,76 juta yang dipengaruhi turunnya ekspor karet.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan karet merupakan komoditas utama dalam ekspor nonmigas Sumsel, sehingga pergerakannya berdampak signifikan terhadap perdagangan luar negeri provinsi itu.

“Ekspor karet tercatat turun 30,82% pada periode Oktober (m to m) dari semula US$124,65 juta menjadi US$93,83 juta,” katanya, Senin (3/12/2018).

Endang mengatakan penurunan ekspor nonmigas juga terjadi pada komoditas yang memiliki share dominan di Sumsel, yakni bubur kayu/pulp sebesar 39,68% dari semula US$128,81 juta menjadi US$89,13 juta.

“Kedua komoditas itu memiliki peran terhadap total ekspor nonmigas Sumsel sebesar 66% sehingga ketika nilainya turun langsung berpengaruh,” katanya.

Secara negara tujuan, ekspor Sumatra Selatan bulan Oktober 2018 mengalami penurunan dibandingkan bulan September 2018.

Penurunan terjadi pada beberapa negara tujuan utama yaitu Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand,Italia,  dan Jerman meskipun ekspor ke Malaysia, Vietnam dan India mengalami peningkatan nilai ekspor.

“Tiongkok,Malaysia dan India menjadi negara tujuan utama ekspor Sumatera Selatan pada periode Januari-Oktober 2018,” katanya.

Tag : ekspor, sumsel
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top