Investor Saham di Sumbar Ditargetkan Capai 4.800 Orang Tahun Ini

Oleh: Heri Faisal 30 Oktober 2018 | 16:58 WIB
Investor Saham di Sumbar Ditargetkan Capai 4.800 Orang Tahun Ini
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, PADANG — PT Bursa Efek Indonesia menargetkan jumlah investor saham di Sumatra Barat dapat menembus 4.800 rekening tahun ini, sehingga meningkatkan transaksi saham dari provinsi tersebut.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Padang Early Saputra menyebutkan potensi peningkatan jumlah investor saham di daerah itu masih terbuka lebar, terutama dengan menyasar perguruan tinggi dan pegawai pemerintah.

“Setiap tahun peningkatannya cukup signifikan. Untuk transaksi dari seluruh AB [anggota bursa] yang ada di Sumatra Barat (Sumbar) nilainya sudah mencapai Rp3,3 triliun per September 2018,” paparnya, Selasa (30/10/2018).

Menurut Early, angka itu terbilang tinggi mengingat justru terjadi penurunan transaksi akibat kondisi ekonomi yang masih lesu.

Adapun total transaksi investor saham yang memiliki KTP Sumbar sudah mencapai Rp5,9 triliun dengan jumlah investor sebanyak 10.941 Single Investor Identification (SID) hingga September 2018. Terjadi penambahan jumlah investor sebanyak 2.217 SID dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 8.724 orang.

BEI Padang menyatakan akan terus melakukan sosialisasi dan menambah galeri investasi baru di berbagai perguruan tinggi di Sumbar.

“Kami masih akan buka Galeri Investasi (GI) di beberapa kampus, dalam waktu dekat rencananya Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB),” ujarnya.

Early mengakui sosialisasi kepada mahasiswa belum signifikan mendongkrak transaksi. Tetapi, lewat langkah ini generasi muda diharapkan sudah mengetahui dan memahami pasar modal, sehingga setelah memiliki pekerjaan akan makin meningkatkan investasinya.

Saat ini, BEI sudah mendirikan sembilan GI di Sumbar, yaitu di Universitas Andalas (Unand), Universitas Negeri Padang (UNP), Politeknik Negeri Padang (PNP), dan Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK.

Selanjutnya, Universitas Dharma Andalas (Unidha), UIN Imam Bonjol, IAIN Batusangkar, Universitas Dharmas Indonesia (Undhari), dan Universitas Bung Hatta (UBH).

Selain ke perguruan tinggi, sosialisasi juga menyasar pegawai pemerintah daerah (Pemda), institusi swasta, dan lainnya.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya