Anambas Rindukan Pelabuhan Baru & Gudang Logistik

Oleh: Sarma Haratua 24 Juni 2018 | 15:00 WIB
Anambas Rindukan Pelabuhan Baru & Gudang Logistik
Kepulauan Anambas/Indonesiatravel

Bisnis.com, BATAM – Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau butuh pelabuhan baru dan gudang logistik.

Wakil Bupati Kepulauan Anambas Wan Zuhendra mengungkapkan, kedua fasilitas tersebut dibutuhkan untuk menekan harga kebutuhan pokok di Kabupaten perbatasan ini.

Harga kebutuhan pokok di Anambas memang terbilang cukup tinggi. Selain karena letak geografisnya yang jauh, aktifitas bongkar muat di pelabuhan juga menjadi masalah serius. Pelabuhan utama di Tarempa tidak cukup memadai untuk aktifitas bongkar muat.

Saat ini aktifitas bongkar muat bahan kebutuhan pokok dipusatkan di Pelabuhan Pelni Tarempa. Pelabuhan ini tak punya fasilitas bongkar muat seperti crane atau alat sejenisnya. Semua aktifitas bongkar muat masih dilakukan menggunakan tenaga manusia.

Selain itu, jalan yang sempit membuat truk tak bisa masuk ke dalam pelabuhan. Kendaraan pengangkut barang yang bisa masuk hanya sepeda motor dengan bak di belakang, yang lebih dikenal masyarakat setempat dengan sebutan Tossa.

Biasanya barang yang dibongkar harus langsung dibawa menggunakan Tossa ke gudang pemilik barang.

Pasalnya pelabuhan tak punya gudang logistik yang bisa digunakan untuk penampungan sementara. Kondisi ini membuat aktifitas bongkar muat butuh waktu yang sangat lama.

Tidak efisiennya aktifitas bongkar muat di pelabuhan ini membuat biaya semakin mahal. Sedikit banyak biaya yang dikeluarkan akan dibebankan kepada harga-harga barang yang dijual.

“Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan memindahkan pelabuhan ke tempat yang lebih memadai. Lengkapi fasiltias bongkar muat dan sediakan gudangnya,” ujar Wan Zuhendra, Minggu (24/6).

Pembangunan Pelabuhan baru dan Gudang Logistik ini sudah dimasukan dalam usulan Progran Gerakan Pembangunan Daerah Perbatasan (Gerbang Dutas) yang akan dilakukan di Anambas tahun 2019 mendatang. Rencananya pelabuhan baru akan dibangun di desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan.

“Pembangunanya harus dilakukan bersama pemerintah pusat. Selain anggarannya cukup besar, kewenangan pelabuhan ini juga ada di Kementerian Perhubungan,” jelasnya.

Dilain pihak, pasokan kebutuhan pokok ke Anambas ini juga semakin membaik setelah disentuh tol laut.

Sebelumnya pasokan kebutuhan pokok ke Anambas kerap tersendat. Sejumlah komoditas sering sulit didapatkan saat musim-musim tertentu, terutama saat angin utara tiba.

Dengan adanya tol laut, psokan kebutuhan pokok ke Anambas rutin datang tiga minggu sekali. Namun menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar kepastian pasokan belum berdampak signifikan terhadap turunnya harga kebutuhan pokok.

“Dengan adanya tol laut, dipastikan kelangkaan itu sudah tak ada lagi. Tapi harga masih tetap sama,” jelasnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya