Bisnis com, MEDAN - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menuntaskan lifting (pengangkatan) kondensat perdana sebesar 93.000 barel dari Wilayah Kerja (WK) B Arun di awal tahun ini.
Deputi Operasi BPMA Muhammad Mulyawan mengatakan proses pengapalan kondensat Arun WK B itu menggunakan vessel MT Limerick Spirit dengan tujuan ekspor. Sebesar 95.595,96 barel ditenggat bisa dimuat pada periode 24-25 Maret 2025.
"Kami harap seluruh rangkaian kegiatan dapat terselesaikan dengan sukses pada Accepted Loading Date (ALD) 24-25 Maret 2025," ujar Mulyawan dalam keterangan resmi, Rabu (26/3).
Dikatakan Mulyawan, lifting ALD 24-25 Maret ini merupakan lifting kedua dari tujuh kargo yang direncanakan pada tahun 2025 untuk seluruh WK Aceh.
Dia menyebut bahwa kegiatan lifting merupakan bagian krusial dalam industri hulu migas.
"Ini untuk menjamin pendapatan negara dari minyak mentah dan/atau kondensat sesuai yang ditargetkan dalam Work Program & Budget (WP&B) 2025 dan APBN 2025," ujar Mulyawan.
Baca Juga
Adapun tahun ini lifting kondensat diketahui terbagi menjadi dua yakni Kargo Domestik dari Blok A (WK A) dan Kargo Ekspor dari Blok B (WK B).
Untuk Bagian Negara dari Blok A dan Blok B, terang Mulyawan, seluruhnya ialah untuk memenuhi kebutuhan domestik sesuai dengan arahan dari Bapak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI.
Penuntasan proses lifting oleh tim diapresiasi Wakil Kepala BPMA Nizar Saputra. Nizar mengapresiasi kinerja tim lifting yang telah berupaya memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur dan mengutamakan keselamatan.
"BPMA juga mengucapkan terima kasih kepada Pema Global Energi, Medco E&P Malaka, PHE NSO, serta seluruh stakeholder atas kolaborasi dalam kesuksesan lifting ini," ungkap Nizar. (240).