Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PVMBG Catat Gunung Marapi Erupsi 7 Kali, Cek Kondisi Hari Ini

PVMBG menghimbau kepada masyarakat di sekitar Gunung Marapi agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi.
Kondisi erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada pukul 17.40 Wib yang terlihat dari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Jumat (19/1/2024). dok warga/Dian
Kondisi erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada pukul 17.40 Wib yang terlihat dari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Jumat (19/1/2024). dok warga/Dian

Bisnis.com, AGAM - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunungapi Marapi mencatat terhitung hingga pukul 18.00 Wib Jumat (19/1/) telah terjadi 7 kali hembusan dan 1 kali letusan erupsi Gunung  Marapi.

Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Marapi Ahmad Rifandi mengatakan aktivitas letusan/hembusan yang terjadi dari pagi hingga pukul 18.00 Wib terbilang terbilang menurun dibandingkan dua hari yang lalu.

"Kalau pada Rabu dan Kamis lalu hembusannya itu sampai 20 kali dengan 2 kali letusan pada Rabu dan 18 kali hembusan pada Kamis," katanya melalui data resmi, Jumat (19/1/2024).

Dia menjelaskan untuk letusan yang terjadi pada pagi pukul 10.14 Wib tadi terpantau sangat jelas asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 400 meter di atas puncak kawah, dengan kolom asap condong ke arah barat daya.

Melihat kondisi ini, PVMBG menghimbau kepada masyarakat di sekitar Gunung Marapi agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran/bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

"Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA)," ujarnya.

Sementara itu, akibat erupsi Gunung Marapi ini, juga membuat operasional di Bandara Internasional Minangkabau ditutup sementara waktu oleh Otoritas Bandara Wilayah VI Padang.

Penutupan ini karena abu vulkanik telah memasuki kawasan bandara, dan kondisi dinilai sangat membahayakan penerbangan. Upaya penutupan bandara, juga bertujuan untuk memprioritaskan keselamatan penerbangan dan calon penumpang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper