Bisnis.com, PADANG - PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menyampaikan erupsi Gunung Marapi yang mulai intens terjadi sejauh ini tidak mengganggu operasional bandara.
General Manager Injourney Airports Kantor Cabang BIM Dony Subardono mengatakan sampai saat ini operasional BIM masih berjalan normal, bahkan untuk angkutan penumpang tembus angka 10.637 pada Kamis (3/4/2025).
“Operasional di BIM masih seperti biasanya dan sekarang kondisi BIM memang mulai terlihat adanya arus balik mudik,” katanya, Jumat (4/4/2025).
Dia menyebutkan pada hari ini diperkirakan angkutan penumpang di BIM akan menembus angka 11.000 dengan jumlah penerbangan sebanyak 37 penerbangan.
Menurut Dony hal tersebut turut menggambarkan bahwa kondisi di BIM berjalan dengan lancar dan tidak terdampak adanya aktivitas Gunung Marapi yang terjadi beberapa kali erupsi.
“Jadi, kepada masyarakat atau pemudik tidak perlu khawatir, karena di Bandara Minangkabau masih beroperasi seperti biasanya,” ungkap dia.
Baca Juga
Dony berharap aktivitas Gunung Marapi kembali normal, sehingga kondisi arus balik mudik baik itu di jalur udara maupun di jalur darat, tetapi bisa berlangsung dengan aman dan nyaman.
Adapun, alasan yang membuat pihak BIM perlu untuk memastikan kondisi bandara tetap beroperasi, hal ini mengingat bila terjadi erupsi Gunung Marapi, kondisi yang perlu diwaspadai adalah arah angin, agar tidak mengarah ke BIM.
Sementara kondisi yang terjadi pada Jumat (4/4/2025) ini arah angin cenderung ke arah timur, sehingga tidak mendekati ke arah BIM.
Selain itu pihak Pengelola Bandara juga selalu berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan kondisi erupsi Gunung Marapi.
Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunungapi Marapi PVMBG mencatat erupsi Gunung Marapi yang terjadi sejak 1 April 2025, ketinggian abu mencapai 1.500 meter, dan terjadi 5 kali letusan dan 20 hembusan.