Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pabrik Pengolahan Kelapa di Banyuasin senilai Rp500 Miliar Groundbreaking Akhir 2025

Pabrik pengolahan kelapa senilai Rp500 miliar di Banyuasin, Sumsel, akan groundbreaking akhir 2025.
Ilustrasi kelapa bulat
Ilustrasi kelapa bulat
Ringkasan Berita
  • Pabrik pengolahan kelapa di Banyuasin, Sumatra Selatan, akan memulai tahap groundbreaking pada akhir 2025 dengan investasi awal senilai Rp500 miliar.
  • Proyek ini merupakan bagian dari penanaman modal asing (PMA) oleh Green Power Development Corporation of Japan.
  • Perizinan telah selesai dan BKPM berkomitmen memfasilitasi perubahan status proyek dari PMDN ke PMA untuk mempercepat realisasi pembangunan.

* Ringkasan ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, PALEMBANG — Pembangunan pabrik pengolahan kelapa di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) direncanakan memasuki tahap groundbreaking pada akhir 2025. 

Target itu cukup jauh dari proses MoU yang telah dilakukan antara Menko Perekonomian dengan investor asal Jepang Green Power Development Corporation of Japan (GPDJ) pada Juli 2024 di Griya Agung, Kota Palembang. 

Plt Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel Eko Agusrianto mengatakan pabrik yang akan mengolah kelapa menjadi sustainable aviation fuel (SAF) atau bioavtur itu telah selesai dalam tahap perizinan. 

“Masalah perizinan sudah selesai prosesnya kita fasilitasi ke BKPM, tinggal bagaimana kesiapan di lokasi dan kesiapan dari pelaku usahanya,” ujarnya, dikutip Jumat (29/8/2025)

Dia menerangkan awalnya proyek pembangunan Pabrik CCO yang dipegang oleh PT Green Power Palembang itu masuk dalam bagian Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). 

Namun, saat ini proyek tersebut merupakan bagian dari penanaman modal asing (PMA), sehingga ranahnya bukan lagi di tingkat provinsi tetapi langsung ke BKPM. 

“Sekitar bulan Juni kemarin kami ada FGD di BKPM untuk memfasilitasi seandainya ada kendala karena perubahan status PMDN ke PMA. Dan alhamdulillah BKPM berkomitmen untuk membantu agar cepat terealisasi [pembangunan] di Sumsel,” jelasnya. 

Eko menuturkan untuk tahap awal investasi pada pembangunan pabrik itu senilai Rp500 miliar. Angka itu, kata dia, masih berpotensi lebih besar sesuai dengan rencana perluasan investor ke depan. 

“Tinggal perkembangan seiring waktu mereka mau perluasan, karena rencana diawal memang untuk tahap pertama realisasi di sekitar itu,” kata Eko.

Dia menambahkan investasi untuk pembangunan Pabrik CCO pertama di Sumsel sebagai salah satu hilirisasi di bidang perkebunan juga telah dimasukkan dalam program jangka panjang di BKPM. “Dan direncanakan akhir tahun ini akan dilaksanakan groundbreaking,” pungkasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro