Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sentra Bawang Merah di Sumbar Mulai Terapkan Agriculture Electrifying

Selama ini sistem pertanian di Alahan Panjang masih dilakukan secara tradisional, terutama dalam hal mengantisipasi dampak serangan hama yakni serangga.
Petani melakukan penyemprotan pestisida di sebelah hamparan pertanian yang menerapkan agriculture electrifying (elektrifikasi pertanian) di pertanian Sentra Bawang Merah terbesar kedua di Indonesia yang ada di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, Selasa (26/8/2025). Bisnis/Muhammad Noli Hendra
Petani melakukan penyemprotan pestisida di sebelah hamparan pertanian yang menerapkan agriculture electrifying (elektrifikasi pertanian) di pertanian Sentra Bawang Merah terbesar kedua di Indonesia yang ada di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, Selasa (26/8/2025). Bisnis/Muhammad Noli Hendra

Bisnis.com, AROSUKA - Kawasan sentra bawang merah yang ada di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, yang merupakan produksi bawang terbanyak kedua di Indonesia mulai menerapkan agriculture electrifying (elektrifikasi pertanian), sebagai upaya untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

Petani dan juga sebagai Ketua Kelompok Tani Muaro Datau Diateh, Amri Ismail mengatakan bahwa penerapan agriculture electrifying merupakan hal baru bagi petani bawang merah di daerah itu, karena selama ini sistem pertanian di Alahan Panjang masih dilakukan secara tradisional, terutama dalam hal mengantisipasi dampak serangan hama yakni serangga.

“Sistem agriculture electrifying ini pada intinya menggunakan listrik yakni berupa penerangan dan pemompaan air untuk penyiraman tanaman. Sejauh ini yang saya lihat, tanaman bawang merah tumbuh subur, dan hampir tidak ada dampak yang buruk akibat serangan hama,” katanya, Jumat (29/8/2025).

Dia menjelaskan dengan adanya agriculture electrifying ini, petani memasang sejumlah titik bola lampu di lahan pertanian, bola lampu yang bersumber dari listrik dan kemudian di bawah bola lampu itu diletakan ember berisi air. 

Menurutnya cara tersebut bisa menarik perhatian hama untuk mendekati cahaya lampu dan kemudian tanaman bawang selamat dari serangan hama, dan hamanya mati di dalam ember yang berisi air itu.

Adanya agriculture electrifying ini, diakui Amri, telah memberikan manfaat, berupa penurunan kebutuhan petani terhadap pestisida yakni sebesar 50%, dan hasilnya bahkan membuat tanaman bawang merah tumbuh dengan subur, dan dia optimis panen nanti akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

“Dari segi penurunan belanja untuk pestisida saja, sudah sangat membantu saya. Bisa puluhan juta untuk membeli pestisida bila hendak melakukan penyemprotan terhadap per hektare tanaman bawang merahnya,” jelasnya.

Untuk menjalankan agriculture electrifying yang merupakan program dari PLN, lanjut Amri, biaya token listrik untuk menyalakan lampu di hamparan lahan ini per bulan tidak sampai Rp50.000. Sementara untuk membuat sistem agriculture electrifying ini, dia hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp8 juta dan kemudian dibantu PLN UID Sumbar lebih kurang Rp10 juta. 

Dikatakannya meski dari awal modal untuk membuat sistem agriculture electrifying itu biayanya hampir Rp20 juta, tapi penggunaannya bisa secara berkelanjutan, tanpa harus membuat agriculture electrifying yang baru pula.

“Membuat agriculture electrifying cuma satu kali, selama-lamanya bisa dipakai, tinggal ada perawatan seperti mengganti bola lampu apabila ada yang tidak menyala lagi. Sedangkan bila menggunakan pestisida, harus mengeluarkan biaya puluhan juta setiap mau tanam bawang, biaya dan biaya lagi setiap mau menanam bawangnya,” sebut Amri.

Selain adanya lampu sebagai upaya menangkal serangan hama, melalui agriculture electrifying ini, Amri juga bisa menerapkan teknologi sprinkle elektrik untuk penyiraman, yang mempunyai banyak fungsi, mulai dari menjaga kelembaban saat kemarau, hingga mengatasi masalah kabut yang kerap menjadi ancaman besar terhadap keberlangsungan hidup tanaman bawang merah di dataran tinggi. 

“Jadi untuk menyalakan lampu itu dimulai di waktu sore hingga besok paginya, kemudian penyemprotan air di malam atau dini hari sebelum matahari terbit. Dengan cara itu, potensi tumbuhnya jamur di daun bawang bisa diatasi, dan hasilnya daun-daun bawang tumbuh hijau dan subur, sehingga bisa menghasilkan buah bawang merah yang berkualitas,” ungkapnya.

Melalui agriculture electrifying itu, kata Amri dengan nada optimis, hamparan tanaman bawang merahnya yang akan memasuki masa panen dalam waktu dekat, akan mendapatkan produksi yang maksimal, dimana jumlah produksi diperkirakan bisa mencapai 15 ton per hektare.

“Sebelum adanya agriculture electrifying ini, panen bawang merah punya saya ini tidak sampai 10 ton per hektarenya. Hal ini dikarenakan adanya serangan hama yang belum maksimal ditangani melalui penyemprotan pestisida. Namun sekarang, ada harapan baru bahwa saya akan mendapatkan produksi yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya melalui agriculture electrifying ini,” ucap dia.

Amri menyampaikan apabila nanti menjalani masa panen, dia akan mengedukasi dan mensosialisasikan kepada para petani bawang merah lainnya yang ada di Alahan Panjang. Dimana sebagai petani yang berada di sentra bawang merah dengan produksi terbanyak kedua di Indonesia, dia berharap produksi bawang merah bisa ditingkatkan, dan kemudian dapat memberikan dampak nilai ekonomi bagi petani yang ada di pedesaan Kabupaten Solok itu.

Berdasarkan data BPS 2023, Kabupaten Solok menghasilkan 216.148 ton bawang merah dari luas panen 13.898 hektare dan berkontribusi 10,9% terhadap produksi nasional. Hal ini membuat Alahan Panjang menjadi produksi bawang merah terbesar kedua di Indonesia, setelah produksi bawang merah yang ada di Brebes, Jawa Tengah.

Dorong Swasembada Pangan

General Manager PLN UID Sumbar Ajrun Karim mengatakan pertanian bawang merah yang ada di Alahan Panjang menjadi daerah penghasil bawang merah terbesar kedua di Indonesia. Namun dari informasi petani, ada sejumlah persoalan yang dihadapi, mulai dari ancaman hama, hingga butuh biaya yang besar untuk mendapatkan produksi yang maksimal.

“Dengan menerapkan inovasi yang dihadirkan PLN yakni Program Agriculture Electrifying, kami menilai bisa menjadi solusi dari persoalan yang dihadapi petani bawang merah yang ada di Alahan Panjang,” ucapnya.

Dia menyampaikan saat ini memang belum semua lahan bawang yang ada di Alahan Panjang menerapkan agriculture electrifying itu, dikarenakan status dari penerapan modernisasi ini bersifat pilot project yang dimulai dari hamparan pertanian milik ketua kelompok tani bawang yang ada di Alahan Panjang.

Melalui pilot project itu, kata Ajrun, diharapkan petani bawang merah lainnya bisa yakin dan percaya bahwa agriculture electrifying merupakan inovasi yang bagus untuk diterapkan, selain menjadi solusi untuk meminimalisir serangan hama seperti serangga, tapi agriculture electrifying juga bisa meningkatkan produktivitas.

Oleh karena itu, dia berharap hasil dari penerapan agriculture electrifying ini bisa dilihat dan dipelajari secara langsung oleh petani bawang merah lainnya, sehingga dampaknya seperti kesejahteraan petani bisa dirasakan secara bersama-sama pula.

Dia juga menginginkan melalui penerapan agriculture electrifying tersebut, secara bertahap bisa menjadi inovasi petani untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya pertanian, sehingga swasembada pangan nasional bisa terwujud, dan petani pun bisa mendapatkan keuntungan, karena bisa menikmati hasil jual yang bernilai tinggi.

“Jadi seiring adanya penerapan agriculture electrifying ini, di satu sisi PLN bisa ikut berperan dalam mendukung swasembada pangan nasional, dan di sisi lain akan membantu meningkatkan konsumsi listrik di Sumbar,” sebutnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro