Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penerimaan Pajak Sumsel Babel Rp18,9 Triliun per November 2023

DJP Kantor Wilayah Sumatra Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) optimistis mencapai target 2023 sebesar Rp20,43 triliun.
Ilustrasi pajak./Dok Freepik
Ilustrasi pajak./Dok Freepik

Bisnis.com, PALEMBANG — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah Sumatra Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) optimistis mencapai target tahun 2023 dengan perolehan per 30 November 2023 sebesar Rp18,9 triliun atau 92,5%.

Kepala DJP Kanwil Sumsel Babel Tarmizi mengatakan pagu penerimaan pajak yang ditetapkan pada tahun ini sebesar Rp20,43 triliun.

"Ekonomi Sumsel Babel tumbuh cukup positif meskipun tidak sebaik yang lain. Begitu juga penerimaan pajak tumbuh positif, jadi optimis bisa mencapai target Rp20,43 triliun," ungkapnya, Rabu (6/12/2023).

Dia memerinci dari total penerimaan pajak tersebut, capaian penerimaan di wilayah Sumsel dengan jumlah 10 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sebesar 98,1% atau Rp15,18 triliun per 4 Desember 2023

"Sedangkan untuk wilayah Babel dengan 3 KPP mencapai Rp2,69 triliun atau 88,4%," jelasnya.

Tarmizi menerangkan untuk penerimaan pajak per masing-masing kategori di antaranya sektor perdagangan besar dan eceran senilai Rp4,24 triliun dengan dengan kontribusi 22,5% atau terkontraksi -3,9%. Sektor pertambangan dan penggalian senilai Rp3,83 triliun dengan kontribusi 20,3% atau mengalami pertumbuhan 6,6% dan sektor industri pengelolaan senilai Rp2,73 triliun dengan kontribusi 14,5% dan terjadi pertumbuhan 19,9%.

Selanjutnya, sektor administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib senilai Rp2,68 triliun dengan kontribusi 14,2% atau tumbuh 34.0%, sektor pertanian kehutanan dan perikanan senilai Rp1,74 triliun dengan 9,2% atau terkontraksi -1,9%. Sektor jasa keuangan dan asuransi senilai Rp888,3 miliar dengan kontribusi 4,7% atau tumbuh 6,2% dan sektor transportasi dan pergudangan senilai Rp859,95 miliar dengan kontribusi 4,5% atau tumbuh 13,7%.

“Untuk penerimaan pajak dari sektor lainnya itu terjadi kontraksi -19,0% dengan capaian Rp1,91 triliun dan kontribusi 10,1%,” beber Tarmizi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper