Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Karhutla di Sungai Raya Inhu Mencapai 62 Hektare Berhasil Dipadamkan

BPBD Provinsi Riau menyatakan luas kawasan yang terbakar akibat karhutla di Sungai Raya Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mencapai 62 hektare.
Ilustrasi/Bisnis
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, PEKANBARU -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau menyatakan luas kawasan yang terbakar akibat karhutla di Sungai Raya Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mencapai 62 hektare. Diketahui saat ini karhutla itu telah berhasil dipadamkan oleh Satgas Karhutla Riau.

Kepala BPBD Riau M. Edy Afrizal menjelaskan setelah pemadaman, upaya pendinginan lokasi karhutla juga telah dilakukan untuk memastikan tdak ada kemungkinan terjadinya kebakaran kembali.

"Karhutla di Kabupaten Indu, tepatnya di Sungai Raya telah berhasil dipadamkan setelah upaya keras dari tim gabungan yang terdiri dari aparat TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhu, dan partisipasi masyarakat yang begitu besar," ujarnya, Selasa (10/10/2023).

Dia menguraikan meskipun menghadapi berbagai kendala, termasuk asap tebal dan medan yang sulit diakses, Satgas Karhutla telah berhasil menjinakkan kobaran api di lokasi tersebut.

Menurutnya tim gabungan telah berhasil memadamkan api yang sebelumnya melanda kawasan tersebut. Upaya pemadaman ini melibatkan dua helikopter water bombing jenis Superpuma dan Sikorsky, terutama di titik yang sulit dijangkau oleh tim darat. Dengan kerja keras itu, kobaran api berhasil diminimalisir.

Pentingnya peran dua helikopter water bombing menurutnya tidak bisa diabaikan, terutama dalam mengatasi daerah yang sulit dijangkau oleh tim darat. 

"Selain itu, guyuran hujan di lokasi karhutla juga turut membantu dalam upaya pemadaman. Setelah berjuang berhari-hari, api yang melanda kawasan tersebut akhirnya berhasil dipadamkan," ujarnya.

Dengan keberhasilan pemadaman ini, diharapkan kerja keras tim gabungan dan partisipasi masyarakat dapat mengurangi risiko karhutla di wilayah tersebut dan melindungi lingkungan serta kehidupan masyarakat setempat.

Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, telah memerintahkan tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) untuk melakukan penyelidikan terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah. 

Kali ini, tim tersebut ditugaskan untuk menyelidiki kejadian karhutla di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil). Tim penyelidikan tersebut dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Teguh Widodo.

"Saya juga sudah memerintahkan Dirkrimsus untuk turun ke dua lokasi tersebut guna melakukan penyelidikan terhadap penyebab karhutla di sana," katanya.

Kapolda menjelaskan tujuan dari penugasan tim ini adalah untuk memastikan apakah karhutla yang terjadi di kedua wilayah tersebut disebabkan oleh faktor alam atau tindakan yang sengaja dilakukan.

Selain tim penyelidik, upaya pemadaman api di dua wilayah tersebut juga telah dilakukan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh AKBP Dody Wirawijaya. Hari ini, Kapolda Riau mengungkapkan proses pendinginan di lokasi kebakaran juga terbantu oleh adanya hujan deras, serta upaya pendinginan akan terus dilakukan karena lahan yang terbakar tersebut memiliki vegetasi gambut.

"Dengan berkah hujan hari ini, Insya Allah akan mempercepat proses pendinginan," kata Kapolda Iqbal.

Sementara itu, Kasubdit Penmas Polda Riau Kompol Bob Martin mengungkapkan berdasarkan rekap hotspot dari periode 2 hingga 8 Oktober 2023, luas lahan yang terbakar mencapai 192,48 hektare. Kemudian terkait penegakkan hukum, sejak 25 September hingga awal Oktober, satu kasus telah diproses dengan satu tersangka.

"Upaya pencegahan terus berlanjut melalui penyuluhan, sebar maklumat, pemasangan spanduk, FGD, patroli karhutla melalui darat, laut, dan udara, serta melakukan apel siaga, pemadaman, dan pendinginan," jelas Bob Martin.

Dari data Gakkum Karhutla Provinsi Riau, sejak Januari hingga 1 Oktober 2023, telah menangani 36 kasus. Total tersangka sebanyak 35 orang dengan luas lahan yang terbakar mencapai 1224,5 hektare.

Dalam perkembangan terbaru, Bob Martin menjelaskan telah terjadi kebakaran lahan seluas 208 hektare di Inhu, 12,5 hektare di Kuansing, 11,5 hektare di Rohul, serta 10 hektare di Pelalawan telah berhasil dipadamkan. "Api telah berhasil dipadamkan, dan saat ini proses pendinginan masih berlanjut," pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arif Gunawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper