Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semen Indonesia Lepas 7.000 Benih Ikan Bilih di Danau Singkarak

Konservasi ikan bilih Danau Singkarak jenis Mystacoleucus Padangensis dan satu-satunya di dunia yang terancam punah akibat ekploitasi
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 03 Agustus 2022  |  12:28 WIB
Semen Indonesia Lepas 7.000 Benih Ikan Bilih di Danau Singkarak
Direktur Utama SIG, Donny Arsal dalam acara pelepasan ikan bilih di Danau Singkarak, Sumatra Barat (30/7/2022). - Dok. SIG

Bisnis.com, SURABAYA — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya PT Semen Padang melepas sebanyak 7.000 benih ikan bilih hasil pembudidayaan di area konservasi Kehati PT Semen Padang ke habitat aslinya Danau Singkarak, Tanah Datar, Sumatra Barat.

Direktur Utama SIG, Donny Arsal mengatakan ikan bilih ini merupakan hasil konservasi yang dilakukan oleh Semen Padang bekerja sama dengan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta (UBH) di Area Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) milik PT Semen Padang sejak Juli 2018.

“Konservasi ikan bilih ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, khususnya ikan bilih Danau Singkarak jenis Mystacoleucus Padangensis dan satu-satunya di dunia yang terancam punah akibat ekploitasi,” katanya dalam rilis, Selasa (2/8/2022).

Donny mengatakan konservasi yang dilakukan ini cukup efektif dalam menjaga kelestarian ikan bilih. Diharapkan konservasi ikan bilih yang dilakukan perusahaan diimbangi dengan pembatasan penggunaan bagan dan sebagainya.

“Melihat tingkat keberhasilan yang tinggi, upaya konservasi ini perlu ditingkatkan dalam skala yang lebih besar lagi serta dapat menjadi edukasi bagi masyarakat tentang pembudidayaan ikan bilih di luar habitatnya,” katanya.

Adapun pelepasan ikan bilih dilakukan dua kali, sebanyak 4.000 ekor telah dilepaskan pada Maret 2022 dan 3.000 ekor ikan bilih dilepaskan pada Sabtu (30/7/2022).

Rektor UBH, Tafdil Husni mengatakan, keterlibatan UBH dalam konservasi ikan bilih merupakan suatu bentuk kontribusi UBH melalui LPPM yang didukung oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Apalagi, status ikan bilih Danau Singkarak pada 2020 menuju kepunahan. 

Hasil dari penebaran ikan bilih dinilai akan luar biasa terhadap ekonomi nelayan bilih Danau Singkarak. Sebagai contoh, dari 1.500 ekor ikan bilih yang disebar dan didalamnya ada 800 ekor betina, maka masing-masing betina akan mempunyai 3.000 telur. Jika dikalkulasikan, maka jumlahnya akan ada 2,4 juta ekor ikan bilih yang akan berkembang biak. Kemudian, untuk 1 juta ekor ikan bilih, sama dengan 5.000 kg.

"Sekarang ini harga ikan bilih Rp50.000. Kalau kita perhitungkan lagi dalam setahun, maka jumlahnya bisa mencapai Rp250 juta,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singkarak semen indonesia
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top