Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tim Konservasi Memijahkan 1.000 Ekor Ikan Bilih Danau Singkarak

Kolam Pemijahan di kawasan Kehati PT Semen Padang ini telah dipatenkan pada Agustus lalu.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 18 November 2020  |  11:35 WIB
Ikan bilih yang diambil dari Danau Singkarak.
Ikan bilih yang diambil dari Danau Singkarak.

Bisnis.com, PADANG - Ada sekitar 1.000 lebih ekor induk ikan bilih yang diambil dari Danau Singkarak Kabupaten Solok Sumatra Barat diintroduksi ke Kolam Pemijahan di kawasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) PT Semen Padang.

Ketua Tim Konservasi Ikan Bilih PT Semen Padang Deni Zen mengatakan, introduksi bilih di kolam pemijahan ini sebagai upaya PT Semen Padang untuk mengembangkan ikan bilih yang selama ini hanya ada di Danau Singkarak itu.

"Kolam Pemijahan di kawasan Kehati PT Semen Padang ini telah dipatenkan pada Agustus lalu. Makanya kita memulainya kini. Kedepan jumlahnya akan ditambah," ujarnya di Padang, Rabu (18/11/2020).

Dia menyebutkan bila nanti proses introduksi berjalan dengan baik, direncanakan akan menambah kembali jumlah indukan ikan bilih nya dengan jumlah 10.000 ekor.

"Kita tidak bisa buru-buru, karena ikan bilih ini endemik di Danau Singkarak, makanya introduksi ikan bilih baru dilakukan untuk 1000-an ekor induk ikan bilih. Kita lihat dulu perkembangannya," katanya.

Deni menjelaskan Ikan bilih di Danau Singkarak itu diintroduksi atau dipindahkan ke kolam pemijahan Kehati PT Semen Padang, dilakukan melalui proses yang tidak mudah, yaitu melalui alahan.

Proses alahan yang dimaksud yakni melakukan metode tradisional penangkapan ikan bilih dengan membagi-bagi aliran sungai menjadi sungai-sungai kecil.

Sementara untuk menangkap ikan bilih tersebut, pihaknya juga harus berkoordinasi dengan pemilik lahan. "Penangkapan ikan bilih ini baru bisa dilakukan Selasa dini hari kemarin, yaitu sekitar pukul 00.30 WIB," sebutnya.

Deni menyampaikan bahwa Tim Konservasi Ikan Bilih PT Semen Padang sendiri sudah berada sejak Senin siang di Danau Singkarak. Setelah ditangkap, ikan bilih langsung dibawa ke Padang untuk dipindahkan ke kolam pemijahan.

Kolam dan area pemijahan ikan bilih itu, kata Deni melanjutkan, merupakan duplikat Danau Singkarak yang didesain oleh Universitas Bung Hatta (UBH).

Hal ini dikarenakan pelestarian ikan bilih di kolam pemijahan itu juga bagian dari kerjasama antara PT Semen Padang dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UBH yang telah dimulai sejak Juli 2018.

"Selain di kolam pemijahan, PT Semen Padang bersama UBH juga telah melestarikan ikan bilih di sungai Taman Kehati. Alhamdulillah, sampai saat ini ikan bilih itu masih hidup di sungai tersebut," ungkap Deni.

Namun untuk mengkonservasi perkembangannya, pihaknya mengaku mengalami kesulitan. Untuk itu dibuatkan kolam pemijahan sebagai replika Danau Singkarak yang dilengkapi dengan area pemijahan.

Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan UBH Prof Dr. Hafrijal Sandri, MS yang selama ini mendampingi PT Semen Padang dalam melestarikan ikan bilih mengatakan, kolam yang dilengkapi area pemijahan itu dibagun, supaya PT Semen Padang dan UBH semakin mudah dalam mengontrol perkembangannya.

"Kalau di sungai agak kesulitan kami mengontrolnya," tegasnya.

Untuk itu kolam yang dilengkapi dengan area pemijahan itu dibangun, supaya lebih mudah mengontrolnya, karena dari awal pihaknya maunya pelestarian ikan bilih yang dilakukan PT Semen Padang difokuskan pada keberhasilan reproduksi.

Pria yang akrab dikenal dengan Profesor Bilih itu menyebut bahwa reproduksi ikan bilih di sungai Taman Kehati, memang dikatakan telah berhasil dan sangat signifikan. Bahkan tingkat keberhasilannya mencapai 70 persen.

Rencananya, lanjut Hafrijal, jumlah ikan bilih yang akan dilestarikan di kolam yang dilengkapi area pemijahan itu sekitar 10.000 induk ikan bilih.

Bila pelestariannya berhasil, maka akan dilakukan restocking atau dikembalikan ke habitat aslinya di Danau Singkarak, karena ikan bilih merupakan ikan endemik di Danau Singkarak. "Selain di restocking, kami rencananya juga melakukan reintroduksi, yaitu memperbanyak habitatnya," jelasnya.

Akan tetapi pihaknya melihat dahulu sejauh mana peningkatan populasinya pada saat pelestarian di kolam yang dilengkapi area pemijahan. "Kalau bagus, bisa kita restocking dan reintroduksi di tempat lain," tutup Hafrijal. (k56)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lingkungan hidup sumbar singkarak
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top