Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Naik Lagi, Inflasi Sumut Juli 2022 Tembus 5,62 Persen

Secara tahunan atau year on year (YoY), laju inflasi Sumut tercatat sebesar 5,62 persen alias masih tetap berada di atas nasional.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  15:30 WIB
Naik Lagi, Inflasi Sumut Juli 2022 Tembus 5,62 Persen
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, MEDAN - Sumatra Utara (Sumut) mengalami inflasi sebesar 5,62 persen secara nasional atau year-on-year (YoY). Angka ini masih berada di atas nasional yang mencapai 4,94 persen.

Sedangkan secara tahun kalender, inflasi Sumut mencapai 4,50 persen. dibandingkan bulan Juni (month-to-month/mtm), Sumut mengalami inflasi sebesar 0,31 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Nurul Hasanudin mengatakan inflasi tahunan di Sumut mesti jadi perhatian. Apalagi tingkatnya konsisten berada di atas nasional sejak beberapa bulan terakhir.

"Kalau kita lihat trennya, di sini kita perlu memberi perhatian terkait dengan tren inflasi secara year on year di mana kita sudah mencapai 5,62 persen. Ini lebih tinggi dari tren nasional yang mencapai 4,94 persen," kata Nurul, Senin (1/8/2022).

Pada Juli 2022, lima kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumut kompak mengalami inflasi. Kota Sibolga mengalami inflasi sebesar 1,07 persen, Kota Medan sebesar 0,27 persen, Kota Pematang Siantar sebesar 0,04 persen, Kota Gunung Sitoli sebesar 1,81 persen dan Kota Padang Sidempuan sebesar 0,59 persen.

Menurut Nurul, pengendalian inflasi mesti bergerak efektif melakukan pengawalan. Masih tersisa waktu lima bulan lagi untuk menjaga laju inflasi di Sumut berada pada sasaran atau target inflasi nasional, yakni 3 ± 1 persen pada 2022.

"Ini perlu mendapat perhatian terkait besaran inflasi kita untuk tahun 2022. Masih ada sekitar lima bulan ke depan untuk kita mengawal agar target 3 ± 1 persen atau 2 - 4 persen bisa tercapai di target pengendalian inflasi kita di Sumut khususnya," kata Nurul.

Pada Juli 2022, terdapat sejumlah kelompok pengeluaran yang memberi andil terhadap inflasi di Sumut. Dari 11 kelompok pengeluaran, hanya terdapat dua di antaranya yang mengalami deflasi.

Yakni Kelompok Minuman, Makanan dan Tembakau yang mengalami deflasi sebesar 0,02 persen serta Kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rumah Tangga yang juga deflasi sebesar 0,02 persen.

Sedangkan sembilan kelompok pengeluaran lainnya kompak mengalami inflasi pada Juli 2022.

Yaitu Kelompok Pakaian dan Alas Kaki dengan tingkat inflasi 0,03 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,05 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,00 persen, Kelompok Transportasi sebesar 0,14 persen, Kelompok Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,01 persen.

Kemudian Kelompok Rekreasi, Olahraga dan Budaya sebesar 0,03 persen, Kelompok Pendidikan sebesar 0,00 persen, Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 0,01 persen serta Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,07 persen.

Secara rinci, sejumlah komoditas yang menyumbang inflasi Sumut pada Juli 2022 adalah cabai merah, angkutan udara, cabai rawit, sewa rumah dan bawang merah. Sedangkan komoditas yang menyumbang deflasi antara lain minyak goreng, daging ayam ras, tomat, sawi hijau dan brokoli.

Data BPS di atas sekaligus mematahkan prediksi Bank Indonesia. Sebelumnya, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut Ibrahim sempat memperkirakan laju inflasi pada Juli 2022 akan lebih rendah ketimbang Juni 2022. Baik secara tahunan maupun maupun bulanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi sumatra utara BPS
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top