Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ironi! Ajang W20 Summit Tercoreng Kebakaran Hutan dan Aksi Perempuan Adat Danau Toba

Selain asap hasil kebakaran hutan, W20 Summit juga diwarnai dengan aksi pembentangan sepanduk ukuran raksasa oleh sejumlah komunitas adat di perairan Danau Toba pada Rabu (20/7/2022).
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 21 Juli 2022  |  16:41 WIB
Ironi! Ajang W20 Summit Tercoreng Kebakaran Hutan dan Aksi Perempuan Adat Danau Toba
Acara W20 Summit di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, Rabu (20/7/2022). - Istimewa

Bisnis.com, MEDAN - Pertemuan Women Twenty atau W20 Summit di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, tercoreng oleh kepulan asap hasil kebakaran hutan serta aksi demonstrasi kalangan perempuan adat sekitar Danau Toba.

Pada Sabtu (16/7/2022) lalu, kebakaran melanda hutan lindung di sekitar Danau Toba. Tepatnya Desa Sitanggor, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara dan Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba.

Selang beberapa hari kemudian, api berhasil dipadamkan pada Senin (18/7/2022). Akan tetapi, asap dari sisa-sisa kebakaran masih mengepul dan menyebar hingga ke sisi lainnya. Sehingga terlihat oleh peserta W20 Summit di kawasan Danau Toba.

"Sekarang (api) sudah padam walaupun masih ada sedikit sisa-sisa," ujar Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Sumatra Utara Herianto kepada Bisnis, Kamis (21/7/2022).

Herianto menduga kebakaran terjadi akibat aktivitas yang dilakukan oleh kelompok tani binaan di lokasi tersebut. Walau begitu, Herianto yakin perbuatan itu tidak disengaja.

Kobaran api melahap hutan lindung di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara

Seperti diketahui, peristiwa itu menyebabkan satu orang warga meninggal dunia dan lahan hutan seluas 50 hektare ludes terbakar.

"Bukan sengaja membakar. Mungkin ada yang beraktivitas dan menimbulkan percikan api. Apalagi cuaca panas sekali. Saya yakin mereka tidak ada niat membakar. Karena itu kan lokasi kelompok tani binaan kita juga," katanya.

Asap yang timbul dari peristiwa kebakaran ini juga menarik sorotan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno.

Sandi menyayangkan peristiwa tersebut. Sebab, asap yang ditimbulkan membuat panorama Danau Toba terganggu. Apalagi asap menyebar tatkala W20 Summit sedang berlangsung.

“Karena ini sangat sayang. Apalagi view Danau Toba sangat bagus, tapi sedikit ada kabut karena efek dari asap," ujar Sandiaga saat menghadiri pertemuan W20 pada Selasa (19/6/2022).

Selain asap hasil kebakaran hutan, W20 Summit juga diwarnai dengan aksi pembentangan sepanduk ukuran raksasa oleh sejumlah komunitas adat di perairan Danau Toba pada Rabu (20/7/2022).

Demo mewarnai acara W20

Sepanduk tersebut bertuliskan "North Sumatra Women Against Deforestation". Aksi ini digagas oleh sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berkutat dalam isu-isu perempuan adat dan perlindungan hutan. Satu di antara yang terlibat adalah Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatra Utara (BAKUMSU).

Menurut Kordinator Divisi Studi dan Advokasi BAKUMSU Juniaty Aritonang, W20 Summit terkesan seperti ajang seremoni belaka. Acara tersebut tidak mengulas berbagai persoalan yang dialami kaum perempuan adat di kawasan Danau Toba saat ini. Padahal, acara berlangsung di lokasi tersebut.

Juniaty mengatakan, banyak perempuan adat di sekitar Danau Toba yang telah kehilangan ruang hidup akibat deforestasi dan eksploitasi lahan. Persoalan ini, kata Juniaty, abai dari pembahasan W20 Summit.

"Itu hanya seremonial. Mereka bicara soal kesetaraan gender dan peningkatan ekonomi perempuan. Tapi ruang kelola untuk perempuan adat di kawasan Danau Toba sendiri terganggu, jadi bagaimana perekonomian mereka bisa meningkat? Ini yang tidak diperhatikan dalam W20 itu," kata Juniaty kepada Bisnis.

Menurut Juniaty, ajang W20 Summit di kawasan Danau Toba justru tidak menyinggung persoalan yang dialami kaum perempuan adat di daerah tersebut.

"Mereka tidak menyinggung hal itu. Mereka hanya bicara global, tapi kondisi masyarakat, khususnya perempuan adat di Danau Toba, tidak mereka sentuh," katanya.

Melalui pernyataan tertulis, Chair W20 Indonesia Hadriani Uli Silalahi menanggapi aksi para perempuan adat kawasan Danau Toba yang digelar bertepatan dengan acara mereka.

"Kami mengapresiasi aspirasi dan masukan yang disampaikan beberapa rekan LSM tersebut untuk menjadi masukan kami," kata Uli.

Uli mengatakan, forum Konferensi Tingkat Tinggi W20 telah melibatkan dan membahas berbagai isu lokal. Menurutnya, sejumlah isu mengenai lapangan pekerjaan dan lingkungan telah dibahas pada working group yang berbeda di G20.

"Untuk beberapa issue lainnya kami juga telah mengajak dan mendiskusikan bersama dengan Kadin dan para pelaku UMKM sebelumnya," kata dia.

Ajang W20 Summit di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, berlangsung 19 - 21 Juli 2022. Acara ini dihadiri oleh puluhan delegasi dari sejumlah negara yang tergabung dalam Group of Twenty (G20).

W20 Summit kali ini mengangkat tema "Recover, Together, Equally". Acara ini membahas isu-isu kesetaraan gender, pembangunan dan pertumbuhan inklusif perempuan, wanita pedesaan dan disabilitas serta kerja sama ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

danau toba sumut
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top