Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sihar Sitorus Usul Pembangunan Jalan Tol dari Kawasan Pantai Timur Sumut ke Danau Toba

Anggota Komisi XI DPR RI Sihar Sitorus mengusulkan pembangunan jalan tol dari wilayah Pantai Timur Sumatra Utara menuju kawasan Danau Toba.
Anggota Komisi XI DPR RI Sihar Sitorus pada rapat kerja dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Negara, Senin (14/6/2022). / Istimewa
Anggota Komisi XI DPR RI Sihar Sitorus pada rapat kerja dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Negara, Senin (14/6/2022). / Istimewa

Bisnis.com, MEDAN - Anggota Komisi XI DPR RI Sihar Sitorus mengusulkan pembangunan jalan tol dari wilayah Pantai Timur Sumatra Utara menuju kawasan Danau Toba.

Menurut Sihar, pembangunan perlu dilakukan demi mendukung konektivitas destinasi wisata prioritas tersebut.

Selama ini, warga di wilayah Pantai Timur Sumatra Utara, seperti Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu hingga Labuhan Batu Utara, harus memutar untuk mencapai Danau Toba. Sehingga memakan waktu dan jarak tempuh yang jauh.

"Dari Labuhan Batu, Aek Kanopan, Rantau Prapat, mau ke Danau Toba itu jalannya memutar," ujar Sihar melalui keterangan tertulis yang dikutip Selasa (14/6/2022).

Usulan pembangunan jalan tol Pantai Timur Sumatra - Danau Toba juga disampaikan Sihar pada Rapat Kerja Komisi XI dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Negara, Senin (14/6/2022) lalu.

Saat ini, kata Sihar, pembangunan jalan tol Medan - Parapat diharap mampu mempersingkat waktu dan jarak tempuh menuju Danau Toba. Manfaat ini, kata dia, mestinya juga harus dirasakan warga di kawasan Pantai Timur Sumatra Utara.

Menurut Sihar, biaya pembangunan jalan tol akan terbayar kurun tujuh tahun jika konektivitas antardaerah di Sumatra Utara terjalin.

Sihar mengatakan, Pantai Timur Sumatra Utara memiliki potensi sektor perkebunan yang besar. Khususnya kelapa sawit. Dengan kata lain, daerah tersebut merupakan sumber perputaran uang.

Jika terdapat fasilitas jalan tol, maka waktu tempuh dari kawasan Pantai Timur Sumatra ke Danau Toba hanya sekitar empat jam. Lebih hemat empat jam ketimbang saat ini.

"Penghematan empat jam itu bisa menentukan orang mau singgah ke Danau Toba atau tidak," ujar Sihar.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper