Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Daging di Aceh Terus Menanjak

Harga naik dikarenakan banyaknya pembeli. Untuk persediaan hewan sapi tetap normal.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Maret 2022  |  11:06 WIB
Ilustrasi. - Bisnis/Endang Muchtar
Ilustrasi. - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, SUBULUSSALAM - Keniscayaan jika harga daging setiap menjelang puasa Ramadan di Kota Subulussalam, Aceh, mencapai klimaksnya yakni di atas Rp170.000 per kilogram dan terkadang bisa mencapai Rp200.000 per kilogram.

Syawal Irfan, pedagang daging, di pasar tradisional Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Kamis (31/3/2022), mengatakan pada hari-hari biasa, harga daging sapi maupun kerbau paling tinggi di kisaran Rp150.000 per kilogram, dan penjualannya terbatas di pasar tradisional Subulussalam, Aceh.

"Hari-hari biasa harga daging Rp150.000 per kilogram, itu pun jarang jualan terkadang menunggu pesanan," katanya.

Mahalnya harga daging sapi dan kerbau menjelang dua hari atau sehari bulan suci Ramadan, setiap tahunnya bukan dikarenakan menipisnya pasokan hewan. Akan tetapi karena tingginya permintaan konsumen di Subulussalam.

"Harga naik dikarenakan banyaknya pembeli. Untuk persediaan hewan sapi tetap normal," katanya.

Bagi masyarakat Aceh mayoritas muslim menyantap ragam masakan dengan bahan utama daging sapi maupun kerbau pada hari meugang merupakan tradisi turun temurun an hingga kini masih berlangsung.

Tradisi "uroe" meugang atau hari kebersamaan dengan keluarga dekat juga bersuka ria bersama orang tua, istri, anak, dan tetangga dalam menyambut tibanya bulan puasa Ramadan maupun sehari menjelang Idul Fitri dan Idul Adha.

Meski santapan daging sudah sering dilakukan pada hari-hari biasa, namun berbeda kebanggaan jika pada hari meugang.

Di Subulussalam , kuliner favorit masyarakat pada hari meugang dengan bahan utama daging sapi maupun kerbau adalah "kuah beulangong", gulai nangka maupun "sie reuboh" (daging rebus), rendang, sup sapi, kari sapi, dan tauco kikil.

Maka tidak heran, diburunya daging sapi maupun kerbau dua atau sehari menjelang puasa Ramadan berdampak munculnya para pedagang atau pasar dadakan yang menjajakan daging di sejumlah tempat di Subulussalam .

Ruas-ruas jalan menuju pasar dadakan penjual daging menjadi macet. Tumpah ruahnya masyarakat membeli daging pada hari meugang menjadi fenomena yang dijumpai seluruh daerah di provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.

Di Jalan Malikul Saleh, yang berada di belakang pajak modern, Kota Subulussalam, ratusan warga memadati sejak pukul 7.00 WIB.

Daging sapi maupun kerbau segar diletakkan di atas bangku, dan ada juga yang digantung di tiang-tiang, terutama bagian paha dari hewan ternak tersebut.

Daging ayam juga menjadi buruan masyarakat Subulussalam. Harga daging ayam kampung Rp140.000 per ekor, ayam putih Rp60.000 per ekor, ayam merah Rp48.000.

Tradisi meugang ada sejak ratusan tahun silam dan memiliki makna sakral di tengah-tengah masyarakat Aceh yang religius. Tradisi meugang tidak hanya menjelang puasa, tapi juga pada sehari menjelang Idul Fitri dan sehari menyambut Idul Adha.

Perayaan meugang, walau bukan sebuah kewajiban, namun sudah menjadi adat, sehingga jarang dijumpai dalam masyarakat Aceh yang tidak makan daging saat tradisi tersebut berlangsung.

Sisi lain dari hari meugang yakni selain berkumpul bersama keluarga besar juga karena mengikuti sunnah Rasulullah Muhammad SAW tentang bergembiranya umat Islam ketika menyambut Ramadan, bulan penuh kesucian.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daging sapi aceh

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top