Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Zona Oranye Berkurang, Sumbar Tetap Gencar Terapkan Protokol Kesehatan

Jumlah wilayah dengan risiko penularan Covid-19 yang sedang atau zona oranye di Sumatra Barat berkurang. Satgas di provinsi tersebut tetap gencar melakukan sosialisasi protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Februari 2021  |  08:39 WIB
Warga menikmati matahari terbenam di Kota Pandang namun sejumlah orang belum patuh protokol kesehatan menggunakan masker. - Bisnis/Noli Hendra
Warga menikmati matahari terbenam di Kota Pandang namun sejumlah orang belum patuh protokol kesehatan menggunakan masker. - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, JAKARTA - Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatra Barat terus melakukan sosialisasi protokol kesehatan seiring dengan pengurangan wilayah dengan zona oranye atau risiko sedang.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sumbar Jasman mengatakan satgas menghitung risiko penyebaran virus corona secara berkala dan menetapkan status kabupaten dan kota. Pada pekan ini, wilayah zona oranye berkurang dari delapan menjadi empat pada periode 14-20 Februari 2021.

Empat daerah itu masing-masing Kota Pariaman (skor 2,32), Kabupaten Pasaman Barat (skor 2,32), Kabupaten Solok (skor 2,17), Kabupaten Agam (skor 2,14). Ia menjelaskan skor dihitung berdasarkan 15 indikator kesehatan masyarakat yang terbagi menjadi 11 indikator epidemiologi.

"Berdasarkan skor itu Kabupaten Solok dan Agam adalah yang terendah. Semakin rendah skor semakin belum maksimal penanganan COVID-19 di daerah tersebut," katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (15/2/2021).

Dia mengimbuhkan, sosialisasi protokol kesehatan serta penerapan Perda No. 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di Ranah Minang diharapkan terus dimaksimalkan agar penyebaran virus bisa terkendali.

Sebagaimana diketahui, protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah terdiri dari 3M, yakni mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. 

Sementara itu dari 19 kabupaten dan kota 15 di antaranya sudah berada pada zona kuning Covid-19 atau daerah risiko rendah. Oleh karena itu Jasman menyebut pengendalian virus corona di Sumatra Barat cukup baik.

Wilayah yang bisa ditangani dengan baik antara lain Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,65), Kota Padang Panjang (skor 2,59), Kabupaten Sijunjuang (skor 2,59), Kabupaten Solok Selatan (skor 2,57).

Kemudian Kabupaten Padang Pariaman (skor 2,54), Kota Solok (skor 2,51), Kabupaten Tanah Datar (skor 2,51), Kabupaten Dharmasraya (skor 2,50), Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,50).

Lalu, Kota Bukittinggi (skor 2,48), Kabupaten Pasaman (skor 2,45), Kota Padang (skor 2,44), Kota Payakumbuh (skor 2,44), Kota Sawahlunto (skor 2,42), dan Kabupaten 50 Kota (skor 2,41).

"Daerah ini memang belum masuk zona hijau (tidak ada kasus COVID-19). Namun penyebaran virus relatif sudah terkendali," demikian Jasman.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

padang sumatra barat Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber : Antara

Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top