Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan Gubernur yang Divaksinasi Perdana di Sumbar, Tapi Danrem 032 Wirabraja

Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno gagal divaksinasi pada hari ini Kamis (14/1/2021) dengan alasan kesehatan, berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh RSUP M Djamil Padang.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  14:28 WIB
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat memberikan sambutan di acara pemberian vaksin secara perdana di Sumbar yang dilakukan di Aula Kantor Gubernur di Padang, Kamis (14/1/2021).  - Bisnis/Noli Hendra
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat memberikan sambutan di acara pemberian vaksin secara perdana di Sumbar yang dilakukan di Aula Kantor Gubernur di Padang, Kamis (14/1/2021). - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno gagal divaksinasi pada hari ini Kamis (14/1/2021) dengan alasan kesehatan, berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh RSUP M Djamil Padang.

"Saya belum bisa divaksinasi hari ini dengan alasan kesehatan. Padahal saya sudah siap untuk divaksin," katanya, saat memberikan sambutan di acara vaksinasi perdana di Aula Kantor Gubernur di Padang, Kamis (14/1/2021).

Dia menyebutkan sesuai dengan kriteria Kementerian Kesehatan bahwa orang yang bisa divaksinasi Sinovac itu adalah orang yang dalam keadaan sehat, ada ketentuan usia, serta hal lainnya.

"Saya berharap meskipun saya tidak bisa ikut, tidak mengurangi semangat untuk melakukan vaksinasi perdana hari ini," harapnya.

Sementara itu Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan di awal rencana hari ini ada 10 orang yang akan divaksinasi. Tapi setelah dilakukan pengecekan kesehatan, ada beberapa orang yang tidak bisa divaksin, alasan kesehatan, seperti halnya Gubernur Sumbar.

"Bapak gubernur bukannya tidak mau, tapi kesehatan beliau belum memenuhi kriteria untuk divaksin Sinovac. Jadi ditunda dulu, dan mungkin di lain waktu," ujarnya.

Bahkan Jasman yang juga ikut dalam rombongan vaksin perdana mengaku awalnya merasa dedekan, karena divaksin perdana itu, seakan sebuah beban, dan khawatir.

"Tadi tuh tengsi darah saya sempat 170, ini karena saya dedeka. itu. Setelah dicoba ditenangkan, akhirnya petugas vaksin menilai saya bisa divaksin," ucapnya.

Jasman menyebutkan mengingat Gubernur Sumbar tidak bisa divaksin hari ini, maka yang divaksin perdana itu adalah Komandan Korem 032 Wirabraja Kolonel Inf Arif Gajah Mada Puji.

Danrem adalah orang pertama disuntikkan vaksin Sinovac di Sumbar per tanggal 14 Januari 2021. Selain Dandrem, yang dinilai bisa untuk divaksin yakni Ketua IDI Sumbar, Kepala BPOM, Kepala Laboratorium Unand, dan beberapa pihaknya.

Sedangkan untuk Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar dan Kepala BPKP yang seharusnya masuk dalam vaksinasi perdana itu, juga menyusul gubernur yang mana vaksinasi harus ditunda dulu dengan alasan kesehatan.

"Sekarang kita mulai di tingkat provinsi. Sedangkan untuk daerah yakni Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan, vaksin dimulai besok Jumat," sebutnya.

Jasman berharap kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan pemberitaan hoax tentang vaksin Sinovac itu tidak aman. Buktinya pejabat negara seperti Presiden RI dan di Sumbar telah divaksin.

Sementara itu, Danrem 032 Wirabraja Kolonel Inf Arif Gajah Mada Puji, usai divaksin dan melewati masa 30 menit pasca vaksin, mengatakan, hampir tidak merasakan efek apapun setelah vaksin Sinovac.

"Jadi masyarakat tidak perlul khawatir, karena saya telah divaksin. Semoga dengan adanya vaksinasi Covid-19 ini, pandemi bisa berakhir," harapnya.

Sedangkan untuk Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit juga tidak ikut dalam vaksinasi perdana itu, karena usia dari Nasrul Abit telah melebihi kriteria untuk pemberian vaksin Sinovac.

Dimana dalam kriteria pemberian vaksin Sinovac untuk usia mulai dari 18-59 tahun. Sementara Nasrul Abit kini berusia 66 tahun, sehingga dia tidak bisa diberi vaksin Sinovac tersebut. (k56)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar Covid-19
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top