Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BBPJN Sumsel Serap 248,18 Ton Bokar untuk Aspal Karet

Program aspal karet sebetulnya telah berjalan sejak 2 tahun lalu dan sudah diterapkan di sepanjang 25,38 kilometer atau di tiga ruas jalan nasional.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  14:32 WIB
Kepala BBPJN Sumsel Kgs Syaiful Anwar memberi keterangan terkait dengan penggunaan aspal karet di Sumsel, beberapa waktu lalu. - Bisnis/Dinda Wulandari.
Kepala BBPJN Sumsel Kgs Syaiful Anwar memberi keterangan terkait dengan penggunaan aspal karet di Sumsel, beberapa waktu lalu. - Bisnis/Dinda Wulandari.

Bisnis.com, PALEMBANG – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Sumatra Selatan telah menyerap 248,18 ton bahan olah karet atau bokar dari petani sebagai bahan campuran aspal karet hingga semester pertama tahun ini.

Kepala BBPJN Sumsel Kgs. Syaiful Anwar mengatakan bahwa pihaknya sudah mengalokasikan dana sebanyak Rp15,7 miliar untuk membeli bokar langsung dari petani dengan target hingga 747,38 ton sepanjang 2020.

“Paling lambat akhir September ini dana tersebut sudah diserap semua. Ini juga upaya mitigasi dampak Covid-19 untuk menjaga daya beli masyarakat di desa sekaligus menjaga kemantapan jalan nasional,” katanya, Jumat (3/7/2020).

Syaiful mengatakan bahwa pembelian bokar petani tersebut dilakukan melalui kelompok tani atau unit pengolahan dan pemasaran bokar (UPPB) yang tersebar di sentra-sentra penghasil karet Sumsel. 

Dia memaparkan, bokar  itu telah digunakan untuk campuran aspal di beberapa ruas, seperti Simpang Belimbing—Batas Kabupaten Muara Enim dan ruas Muara Beliti—Batas Kabupaten Musi Rawas—Tebing tinggi—Batas Kota Lahat. 

Menurut Syaiful, campuran aspal karet alam memiliki kelebihan, yaitu dapat meningkatkan kualitas perkerasan aspal dalam hal usia layanan dan ketahanan terhadap alur.

“Aspal karet juga memiliki tingkat perkerasan yang lebih baik dibanding aspal biasa. Aspal karet juga tidak mudah meninggalkan jejak roda pada saat aspal basah, serta daya tahan lebih tinggi daripada aspal biasa,” katanya.

Program aspal karet, kata Syaiful, sebetulnya telah berjalan sejak 2 tahun lalu dan sudah diterapkan di sepanjang 25,38 kilometer atau di tiga ruas jalan nasional.

Berdasarkan catatan Bisnis, komposisi aspal karet terdiri atas karet alam sebesar 0,42 persen, aspal minyak 5,58 persen, dan agregat kasar dan halus sebesar 94 persen. Dengan kata lain, pemanfaatan karet alam adalah 7 persen dari kadar aspal.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Sumsel Rudi Arpian mengatakan penyerapan karet di domestik merupakan satu-satunya jalan untuk memperbaiki permintaan di saat permintaan dunia sedang melemah, bahkan terhenti akibat pandemi Covid-19.

“Tentunya kami berharap pemerintah pusat dapat mengalokasikan dana lebih besar lagi buat beli bokar petani karena dampaknya sekarang sudah luas dan merata, harga benar benar jatuh, saat ini untuk mendapatkan beras 1 kilogram petani harus menjual 2 sampai 3 kilogram karet,” kata Rudi beberapa waktu lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel aspal karet
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top