Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Karet Sumut Turun 25 Persen pada April, Begini Perkiraan di Mei

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatra Utara (Sumut) mencatat ekspor karet Sumut turun 25 persen pada April 2020.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 14 Mei 2020  |  14:41 WIB
Ilustrasi. - Antara
Ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, MEDAN — Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatra Utara (Sumut) mencatat ekspor karet Sumut turun 25 persen pada April 2020. Penurunan diperkirakan masih berlanjut pada bulan berikutnya.

Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah memerinci volume ekspor karet remah (crumb rubber) sebanyak 24.692 ton pada April 2020. Volume ekspor tersebut turun 25 persen dibandingkan dengan Maret 2020 sebesar 33.103.

Adapun secara tahunan, ekspor Karet Sumut turun 6,5 persen. Volume ekspor sepanjang Januari-April 2019 sebesar 136.330 ton menjadi 127.438 ton pada periode yang sama tahun ini.  

Edy mengatakan industri karet remah turut terpengaruh adanya wabah Covid-19. Ini terutama pada produksi dan ekspor yang menurun akibat pengurangan pembelian dan penundaan ekspor oleh pihak buyer. Begitu pula, penurunan ekspor pada April kemarin juga disebabkan oleh negara tujuan ekspor yang menerapkan kebijakan lockdown.

Sementara itu, pembelian bahan baku dan produksi tetap berjalan, sehingga produk terus menumpuk. Kondisi tersebut berakibat pada cash flow perusahaan semakin terbatas.

"25 pabrik crumb rubber tetap beroperasi. Pembelian bahan baku tetap berjalan. Bahan baku 85 persen [kebun karet] rakyat," katanya melalui keterangan resmi dikutip Kamis (14/5/2020).

Pada April 2020, karet Sumut diekspor ke 31 negara. Kotribusi ekspor ke 6 negara tujuan utama mencapai 75,87 persen dari total ekspor Sumut pada bulan tersebut.

Jepang masih menjadi kontributor utama sebesar 42,68 persen, diikuti Amerika Serikat 10,38 persen, Brasil 8,71 persen, Turki 7,11 persen, Kanada 4,25 persen, dan India 3,98 persen. Di tengah pandemi Covid-19, volume ekspor ke Jepang naik 19 perse, dari 8.727 ton pada Maret 2020 menjadi 10.368 ton pada April 2020.

Penurunan ekspor karet Sumut diperkirakan masih berlanjut pada bulan ini. Proyeksi ini karena sebagian besar ekspor karet Sumut ke India masih mengalami penundaan ke Juni dan Juli 2020.

"Ekspor Mei diperkirakan masih menurun sekitar 20 persen," katanya.

Guna menjaga keberlangsung usaha, beberapa pabrik telah mengurangi jam dan hari kerjanya. Yaitu dari semula 2-3 sif menjadi 1 sif, serta hanya 2-3 kali dalam satu minggu. Gapkindo mencatat sudah ada pabrik yang merumahkan karyawannya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet sumut
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top