Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banyak ODP di Sumut Bandel tak Karantina Mandiri, Nama dan Domisilinya akan Diumumkan

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menyiapkan langkah tegas bagi Orang dalam Pemantauan (ODP) yang tidak melakukan karantina mandiri.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  18:39 WIB
Petugas medis berada di dalam ruangan infeksius Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan, Sumatera Utara, Rabu (4/3/2020). Pihak RSUP Adam Malik mengumumkan empat warga yang dirawat rumah sakit itu terkait dugaan COVID-19 dinyatakan negatif dan tiga orang diantaranya sudah dipulangkan. ANTARA FOTO - Septianda Perdana
Petugas medis berada di dalam ruangan infeksius Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan, Sumatera Utara, Rabu (4/3/2020). Pihak RSUP Adam Malik mengumumkan empat warga yang dirawat rumah sakit itu terkait dugaan COVID-19 dinyatakan negatif dan tiga orang diantaranya sudah dipulangkan. ANTARA FOTO - Septianda Perdana

Bisnis.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menyiapkan langkah tegas bagi Orang dalam Pemantauan (ODP) yang tidak melakukan karantina mandiri. 

Hingga Senin (23/3/2020), jumlah ODP mencatatkan peningkatan 267 orang menjadi 763 orang. Adapun, Pasien dalam Pengawasan (PDP) meningkat 2 orang menjadi 50 orang, yang tersebar di 25 rumah sakit di 6 kabupaten/kota.

Sementara itu, jumlah PDP yang telah pulang dan dinyatakan negatif bertambah 3 orang menjadi 6 orang. Adapun, jumlah kasus positif Covid-19 tidak berubah yakni 2 orang, di mana satu orang masih dirawat dan satu meninggal dunia. 

"Hari ini ada kenaikan PDP menjadi 50 orang. Dan 1 orang PDP ada yang meninggal," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumatra Utara Alwi, dalam konferensi pers pada Senin (23/3/2020).

Dia mengatakan ODP diperoleh setelah Dinas Kesehatan melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap kasus positif Covid-19. ODP yang berhasil diidentifikasi dan disiplin menerapkan social distancing, akan berkontribusi dalam memutus rantai penularan Covid-19.

Sayangnya, banyak ODP yang tidak patuh terhadap ketentuan yang telah diatur oleh Dinas Kesehatan. Akibatnya, jumlah ODP mencatatkan kenaikan signifikan.

"ODP diminta untuk mengisolasi diri selama 14 hari. Tapi di awal banyak ODP yang tidak berkenan mengisolasi diri. Akibatnya banyak terjadi peningkatan," terangnya.

Oleh karea itu, Alwi menambahkan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara tengah mempertimbangkan langkah tegas bagi ODP yang membandel. Salah satunya, pihaknya akan mengumumkan nama dan lokasi penyebaran ODP sehingga dapat menjadi perhatian masyarakat.

"Kita sedang meminta saran hukum untuk mengumumkan nama dan dimana saja [ODP]. Kalau ini boleh, kita akan umumkan sehingga bisa menjaga semua," imbuhnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut Virus Corona covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top