Ada Virus Corona, PAD Kota Pekanbaru Ditaksir Hilang 30 Persen

Pada Maret 2020, pendapatan pajak restoran memperlihatkan perlambatan lantaran ada n kekhawatiran masyarakat setelah virus corona masuk ke Riau. 
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 Maret 2020  |  14:22 WIB
Ada Virus Corona, PAD Kota Pekanbaru Ditaksir Hilang 30 Persen
Calon penumpang melapor ke konter 'check in' di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/FB Anggoro

Bisnis.com, PEKANBARU - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru menaksir kerugian atau potensi pendapatan yang lepas akibat mewabahnya virus corona (Covid - 19) mencapai 30 persen. 

Zulhelmi Arifin, Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, mengatakan bahwa pihaknya belum memastikan angka persis yang akan hilang dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat virus corona. Namun, dirinya memastikan beberapa pemasukan pajak akan berkurang, misalnya pajak restoran.

"Dampak Covid-19 masih dikaji, berapa total yang hilang. Kita akan hitung untuk tiga kategori restoran. Akan di-sample beberapa, nanti baru akan ketahuan. Hitungan kasar akan berkurang 30 persen,” kata Zulhelmi melalui ketarangan resmi, Jumat (22/3/2020).

Untuk Maret 2020, Zulhelmi mengakui pendapatan pajak restoran memperlihatkan perlambatan. Pasalnya, muncul kekhawatiran masyarakat untuk makan di luar setelah virus corona mulai masuk ke Riau. 

Pekan lalu, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat bencana nonalam. Masyarakat pun diimbau untuk meminimalisir kegiatan yang bersifat keramaian dan dianjurkan untuk tetap di rumah saja sampai situasi kondusif.

"Bulan ini [Maret] memang [PAD] kurang karena dampak Covid - 19. Kami sudah tanya ke beberapa tempat, memang ada yang tidak ada jual-beli sama sekali. Hotel, hiburan sepi. Parkir juga sepi," jelasnya.

Lebih lanjut, Zulhelmi berharap potensi pendapatan yang lepas akibat virus corona ini bisa terganti pada bulan puasa atau Ramadan sebentar lagi.

Dirinya optimistis, apabila wabah virus corona dapat teratasi, masyarakat akan kembali mengkonsumsi lewat kebiasaan bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama.

"Tinggal nanti kita seperti apa mengganti itu [pendapatan yang hilang]. Mudah-mudahan virus ini berlalu, mudah-mudahan bulan puasa nanti, bisa menambah PAD karena akan ada silaturahmi," imbuh Zulhelmi. 

Adapun, per Kamis (19/3/2020), capaian PAD di Bapenda Kota Pekanbaru tercatat senilai Rp133 miliar atau semakin mendekati target Rp136 miliar.

Capaian tersebut berasal dari 11 objek pajak dengan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Restoran, Pajak Hiburan, serta Pajak Penerangan Jalan menjadi kontributor utama.

"Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini kita cukupkan target kita. Sehingga kita masih punya beberapa hari ke depan untuk kejar target triwulan II," kata Zulhelmi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
riau, pekanbaru, Virus Corona

Editor : Oktaviano DB Hana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top