Pemkot Pekanbaru Tutup Sementara Ruang Publik dan Tempat Hiburan

M. Noer, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, mengatakan upaya pencegahan terus dilakukan seperti penutupan ruang terbuka hijau (RTH), bioskop, dan tempat hiburan malam.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  14:48 WIB
Pemkot Pekanbaru Tutup Sementara Ruang Publik dan Tempat Hiburan
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, PEKANBARU—Pemerintah Kota Pekanbaru telah menutup sejumlah ruang publik dan tempat hiburan untuk membatasi penyebaran virus corona COVID—19 di ibukota Provinsi Riau.

M. Noer, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, mengatakan upaya pencegahan terus dilakukan seperti penutupan ruang terbuka hijau (RTH), bioskop, dan tempat hiburan malam.

"Pemko Pekanbaru sudah menutup RTH, kemudian nanti tempat hiburan lainnya. Seperti bioskop untuk sementara untuk tidak memutar film. Akan kita suruh tutup. Sudah bentuk tim dan buat surat edaran, Warnet diminta melarang anak-anak untuk bermain,” jelas Noer seperti dikutip dari Laman Resmi Pemkot Pekanbaru, Kamis (19/3/2020).

Adapun, Pemkot Pekanbaru menggandeng Polresta untuk melakukan sosialisasi penutupan sementara tempat-tempat berkumpulnya masyarakat tersebut.

Desheriyanto, Kabid Operasional dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Pekanbaru, mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan sosialisasi dan memasang spanduk imbauan terkait pelarangan kegiatan kerumunan di sejumlah titik.

“Jika aktivitas di fasilitas umum sudah ditutup secara otomatis Pedagang Kaki Lima (PKL) di lokasi-lokasi itu juga dilarang berjualan. Hal ini semata-mata bertujuan untuk mengantisipasi pengembangan virus COVID—19 di Pekanbaru,” kata Desheriyanto.

Penutupan ini, lanjut Desheriyanto, sifatnya hanya sementara. Nantinya ruang publik dan tempat hiburan yang ditutup tersebut akan kembali dibuka dan akan diinfokan selanjutnya.

Sementara itu, layanan administrasi kependudukan yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) disebut belum akan ditutup kendati sudah ada Surat Edaran dari Dirjen Adminduk.

Dalam surat edaran itu, Disdukcapil diminta untuk melakukan penundaan pelayanan administrasi kependudukan hingga awal April untuk mengantisipasi penyebaran COVID—19.

Di Disdukcapil Pekanbaru, terpantau jumlah kunjungan mencapai 1.200—1.900 orang per harinya dan dinilai rentan terhadap penularan virus corona.

"Ada imbauan dalam bentuk surat edaran untuk mengurangi aktivitas kalau bisa menunda pengurusan. Nanti kita akan bahas, kalau nanti perkembangan COVID-19 ini di Pekanbaru terus bertambah, bisa saja kemungkinan itu akan kita tutup," lanjut M. Noer, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top