Sumut Buka Peluang Investasi Pemodal Eropa

Pemprov Sumut meyakini peluang investasi untuk Provinsi Sumatra Utara dilirik pemodal asal Eropa cukup tinggi.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  13:32 WIB
Sumut Buka Peluang Investasi Pemodal Eropa
Kota Medan - pemkomedan.go.id

Bisnis.com, MEDAN - Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Sabrina meyakini peluang investasi untuk Provinsi Sumatra Utara dilirik pemodal asal Eropa cukup tinggi.

Dia mengatakan pontensi negara lain untuk berinvestasi di daerah Sumut sangat besar. Apalagi, luasnya wilayah dan kayanya sumber alam, menjadikan provinsi dengan 33 kabupaten/kota ini surga bagi penanam modal.

Hal tersebut disampaikan Sekda saat menerima kunjungan Dirjen Ekonomi dan Global Isu Kedutaan Besar Jerman Hendrik Barkeling beserta Konsul Kehormatan Jerman.

Dia mengatakan Sumut memiliki banyak potensi sumber daya alam (SDA), mulai dari kawasan pantai hingga pegunungan, kawasan perkebunan hingga hutan. Termasuk kawasan perindustrian sampai lokasi pariwisata yang eksotis.

“Intinya kami membuka peluang kepada negara asing untuk berinvestasi di sini. Untuk industri saja, kita punya KEK (Kawasan Industri Khusus) Sei Mangkei yang khusus untuk produksi kelapa sawit dan turunannya,” kata Sabrina melalui keterangan resmi Jumat (16/8/2019).

Dia menilai Pemprov sangat mendukung kemudahan investasi, apalagi perizinan juga telah dipermudah. Bahkan Pemprov Sumut tengah menyiapkan sistem yang lebih meringankan, yakni menggunakan barcode (elektronik).

Dia mengakui meski banyak menghasilkan hasil alam, dari produksi masih perlu dikembangkan. Untuk itu, menurutnya Sumut akan mengembangakn sumber daya manusia yang optimal.

“Makanya kami banyak mengirimkan anak-anak muda untuk belajar ke luar negeri sambil bekerja. Setelah dua tahun, mereka kembali ke sini, untuk mengabdi di sini setelah mendapat penidikan di luar,” jelas Sabrina.

Begitu juga soal pariwisata andalan seperti Danau Toba dan lainnya, lanjutnya, permasalahan yang masih perlu dibenahi adalah bagaimana mengelola limbah yang dihasilkan dari berbagai tempat, baik produksi maupun domestik.

“Selain itu, kita juga ada Nias yang bisa dijadikan tujuan wisata. Namun keterbatasan di sana karena pulau, memerlukan pembangunan yang lebih maju. Supaya masyarakatnya tidak lagi sibuk merantau ke luar,” katanya.

Untuk itu, dia berharap pihak Kedutaan Jerman bisa menyampaikan potensi tersebut. Agar investasi yang lebih banyak mengarah ke Pulau Jawa, bisa dialihkan ke Sumut.

Menanggapi itu, Dirjen Ekonomi dan Global Isu Kedutaan Besar Jerman Hendrik Barkeling mengakui bahwa kondisi infrastruktur selama ini menjadi satu kendala yang membuat investor dari Negaranya enggan berinvestasi di daerah, termasuk Sumut.

“Selama ini kami membuka peluang untuk bekerja sambil belajar di Jerman. Apalagi dari Indonesia cukup banyak di sana. Tetapi masalahnya dimana-mana adalah pada bahasa. Karena walaupun mereka pintar, tidak begitu efektif kalau tidak menguasai bahasa Jerman,” sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumut, Investor Eropa

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top