Peminat Rumah Murah di Sumsel Masih Tinggi

Permintaan terhadap rumah murah di Sumatra Selatan tercatat masih tinggi terutama dari kalangan aparatur sipil negeri atau ASN, TNI dan Polri.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  15:30 WIB
Peminat Rumah Murah di Sumsel Masih Tinggi
Direktur PT. Cipta Astigriya Danny Chandra memaparkan pengembangan rumah murah Bhayangkara Praja Sriwijaya (BPS) Land di Palembang, Minggu (24/2/2019). - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Permintaan terhadap rumah murah di Sumatra Selatan tercatat masih tinggi terutama dari kalangan aparatur sipil negeri atau ASN, TNI dan Polri.

Gunadi Wirawan, Wakil Direktur Utama PT Cipta Arsigriya yang merupakan pengembang rumah subsidi, mengatakan pihaknya telah menerima pemesanan 2.000 unit rumah yang berasal dari segmen tersebut.

“2.000 pemesan ini berasal dari instansi yang beragam. Kondisi itu tidak terlepas dari lokasi yang kami tawarkan untuk rumah bersubsidi itu,” katanya saat pre launching Bhayangkara Praja Sriwijaya (BPS) Land, Minggu (24/2/2019).

Gunadi memaparkan pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 50 hektare yang tak jauh dari Kawasan Kota Terpadu Citra Grand City, Jalan ByPass Alang-Alang Lebar Palembang, untuk lokasi BPS Land tersebut.

Rumah bersubsidi tersebut dijual seharga Rp130 juta untuk tipe 36 dengan luas tanah 72 meter persegi.

Sebelumnya, pengembang memang telah menjalin MoU dengan Pemprov Sumsel, Kodam II/Sriwijaya dan Polda Sumsel untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi anggota instansi tersebut.

Sementara itu, Direktur PT. Cipta Astigriya Danny Chandra mengatakan, pembangunan rumah yang memanfaatkan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) itu dilakukan secara bertahap.

“Kami lakukan bertahap, untuk saat ini sedang dibangun 700 unit yang ditargetkan selesai akhir tahun ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan mengatakan langkah ini menjadi solusi untuk para pegawai, prajurit TNI, dan anggota Polri untuk memiliki rumah dengan harga murah.

Deru menambahkan pihaknya meminta perbankan dapat mempermudah proses kepemilikan rumah murah itu.

“Karena saya yakin pengembangan hingga 3.000 unit rumah ini akan menjadi kota baru, di sana akan menjadi wilayah hunian baru dengan perencanaan yang matang,” katanya.

Dia menjelaskan tidak ada pembatasan karir atau jabatan untuk memiliki rumah murah tersebut asal berlatar belakang TNI, Polri dan ASN.

Diketahui, pembiayaan rumah dengan FLPP itu akan melibatkan bank BUMN, yakni Bank BTN dan Bank Mandiri serta BPD Sumsel Babel.

Selain itu juga dengan bantuan dari pemerintah pusat berupa subsidi uang muka (SBUM) diharapkan agar ASN, TNI dan Polri bisa memiliki hunian sendiri dengan syarat yang ringan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palembang, rumah murah

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top