Polres Padang Pariaman Turunkan Tim Amankan Proyek Tol

Kepolisian Resort Padang Pariaman menurunkan personel untuk mengamankan pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru pada seksi I Padang – Sicincin yang masuk dalam wilayah Kabupaten Padang Pariaman.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 18 Februari 2019  |  23:19 WIB
Polres Padang Pariaman Turunkan Tim Amankan Proyek Tol
Warga melintas di depan lahan yang baru dibuka untuk pembangunan tol Sumatera Barat, di kawasan Padang Industrial Park (PIP), Padangpariaman, Sumatera Barat, Kamis (14/2/2019). Pengerjaan ruas Tol Padangpariaman-Pekanbaru seksi I kembali dilanjutkan, dengan memindahkan pekerjaan ke titik lain di STA 3875, karena lahan sebelumnya di STA 0-4,2 kilometer masih bermasalah dengan ganti rugi tanah. - Antara/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, PADANG — Kepolisian Resort Padang Pariaman menurunkan personel untuk mengamankan pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru pada seksi I Padang – Sicincin yang masuk dalam wilayah Kabupaten Padang Pariaman.

AKBP Riski Nugroho, Kapolres Padang Pariaman menyebutkan pengamanan dilakukan untuk mempermudah dan memperlancar pelaksanaan pembangunan oleh pengembang tol PT Hutama Karya.

“Dalam rangka memperlancar pembangunan jalan tol, tepatnya ruas Padang – Sicincin, jajaran Polres melakukan pengamanan di sepanjang ruas pembangunan,” katanya, Senin (18/2/2019).

Proses pembangunan jalan tol yang sempat lama terhambat karena pembahasan lahan itu, kembali dilanjutkan dan saat ini sudah memasuki wilayah Kecamatan Batang Anai, di Kabupaten Padang Pariaman.

Adapun, sebelumnya Pemprov Sumatra Barat meminta sinergi antar lembaga untuk mempercepat proses pembebasan lahan jalan tol Padang – Pekanbaru, seksi I Padang – Sicincin sepanjang 4,2 km yang masih bermasalah.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meminta pemerintah daerah, BPN dan seluruh pihak terkait bersinergi dengan baik untuk mempercepat pembebasan lahan tersebut, karena pengerjaan jalan tol sudah dimulai.

“Semuanya harus bekerja serius. Mulai dari pemerintah daerah dan BPN. Ini masih ada masalah sertifikat ganda, tentukan saja siapa pemiliknya, sehingga bisa langsung dibayar ganti ruginya,” kata Nasrul, Kamis (14/2/2019) lalu.

Menurutnya, yang terjadi di lapangan masih ada simpang siur soal kepemilikan lahan, karena adanya sertifikat ganda. Akibatnya, semua [baik pemilik sah maupun pengolah lahan] minta ganti rugi.

Nasrul mengungkapkan untuk lahan 4,2 km belum bisa dikerjakan karena masih dihalangi warga, yang mengaku belum mendapatkan ganti rugi lahan.

“Alasannya, batas – batas tanah belum jelas. BPN perlu bertegas – tegas soal batas – batas tanah, supaya bisa dipercepat,” katanya.

Dia menyebutkan dari panjang jalan yang belum dibebaskan itu terdapat sebanyak 109 bidang tanah dengan pemilik 11 bidang tanah sudah menyatakan kesediaan menerima ganti rugi lahan. Dari jumlah yang bersedia, sebanyak lima bidang tanah sudah dibayarkan.

Sementara itu, PT Hutama Karya sebagai pelaksana pembangunan tol Trans Sumatra ruas Padang – Pekanbaru mulai melakukan pembangunan di proyek seksi I Padang – Sicincin.

“Kami sudah mulai bentuk kerangka jalan. Namun karena masih ada yang belum tuntas [pembebasan lahan], maka sambil menunggu kami kerjakan lahan lain yang sudah bebas,” kata Ramos Pardede, Pimpinan Proyek Seksi I tol Padang – Sicincin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
padang

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top