Batam Siapkan SDM Menuju Era Ekonomi Digital

Batam melalui Nongsa Digital Park (NDP) tengah gencar mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal untuk memenuhi kebutuhan industri digital. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, NDP menggandeng lembaga pendidikan asal Singapura, Eropa dan Amerika.
Sarma Haratua Siregar | 28 November 2018 17:40 WIB
Nongsa Digital Park Menggelar e27 Academy di Batam. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelaku industri digital Batam - Sarma Haratua

Bisnis.com, BATAM – Batam melalui Nongsa Digital Park (NDP) tengah gencar mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal untuk memenuhi kebutuhan industri digital. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, NDP menggandeng lembaga pendidikan asal Singapura, Eropa dan Amerika.


“Kerangka utama dalam untuk menghadapi ekonomi digital adalah ketersediaan SDM yang memenuhi kapasitas yang dibutuhkan. Untuk itu Batam melalui NDP mulai bergerak pada peningkatan kapasitas SDM,” ujar Founder Citramas Group, Kris Wiluan.

Kris mengatakan,  kebutuhan terhadap SDM yang andal untuk pembangunan ekonomi digital di Batam sangat mendesak. Terutama untuk mempersiapkan Industri digital sebagai bagian dari revolusi industri 4.0.

Namun perlu diakui, akses terhadap pendidikan yang berkenaan langsung dengan industri digital masih sangat sulit. Biasanya hanya bisa diakses oleh SDM dengan kapasitas finansial yang memadai. Pada titik ini, NDP ingin memfasiltiasi tersedianya sarana edukasi terhadap SDM di industri digital dengan biaya terjangkau.

“NDP akan mendatangkan institusi-institusi luar negeri, supaya SDM lokal diberikan kesempatan menimba ilmu untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan ekonomi digital di masa mendatang,” jelasnya.

Menurutnya, mempersiakan SDM untuk menghadapi  tantangan ekonomi digital memang harus dilakukan sejak dini. Jika tidak, dia khawatir potensi-potensi ekonomi digita di dalam negeri kan digarap oleh perusahaan asing yang masuk ke Indonesia.

“Jika persiapan ini tidak segera dilakukan, maka ekonomi digital Indonesia kedepan akan dikuasai oleh pelaku industri digital asing.  Kita harus kuasai sendiri ekonomi digital Indonesia,” jelasnya.

Potensi SMD lokal sangat besar. setelah dilatih selama dua bulan, sudah mampu bekerja dengan standart yang dibutuhkan industri digital. Ini telah dibuktikan oleh Infinite Studio yang ada di NDP. Dengan menggunakan tenaga kerja lokal, beberapa karyanya sudah mendapat penghargaan 4 AMI Award.

“Beberapa film animasi seperti Peter Rabit, Garfield dan sebagainya dibuat oleh SDM Dalam Negeri Indonesia di Batam. ini membuktikan SDM Indonesia punya kualitas yang tak kalah saing,”

Hasil didikan NDP sudah banyak yang pulang ke dareahnya masing-maisng unutk mengembangkan industri digital di tempatnya. Beberapa masih menjalin kerjasama dengan NDP dalam hal pengembangan industri.

“Mereka dididik bukan hanya untuk mengerti coding, atau aspek teknis lainnya. Tapi sampai kepada menghasilkan konten yang mampu dijual ke pasar,” jelasnya.

PEMBINAAN STARTUP LOKAL

NDP juga aktif membina pelaku usaha rintisan lokal. Selain memberikan pelatihan, kedepan NDP juga akan aktif menggelar temu bisnis antara pelaku usha rintisan lokal dengna sejumlah investor dari Singapura.

NDP akan menyeleksi usaha rintisan lokal yang akan dibawa dalam temu bisnis tersebut. Mereka akan mempresentasikan konten yang dihasilkan oleh perusahaan rintisan yang mereka bangun. Jika Jika investor tertarik, maka modal asing akan langsung masuk ke dalam perusahaan tersebut.

“Kami akan mulai seleksi dalam waktu dekat. Januari ini akan kita mulai sistem tersebut,” ujar Kris Wiluan.

Batam ahrus mampu memanfaatkan kedekatannya dengan Singapura yang terkenal sebagai hub ekonomi digital dan finansial yang cukup terkemuka. Tidak hanya dalam hal menggali peluang investasi, tapi juga dalam hal transfer pengetahuan dan teknologi.

“Batam bisa belajar berabgai hal dair Singapura terkait cara membangun teknopreneur-teknopreneur handal,” paparnya.

Tag : batam, ekonomi digital
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top