Bisnis.com, PEKANBARU – Meski cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Riau telah mencapai 99,18% dari total penduduk, BPJS Kesehatan mencatat bahwa 1,4 juta peserta berstatus tidak aktif.
Kondisi ini menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah II Oktovianus Ramba menjelaskan tingkat keaktifan peserta JKN di Riau saat ini hanya 79,25%, sementara sisanya tidak dapat mengakses layanan kesehatan karena kepesertaan mereka tidak aktif.
"Status tidak aktif sebagian peserta ini disebabkan oleh banyak alasan, salah satunya adalah tunggakan iuran. Kami terus berupaya mendorong masyarakat untuk mengaktifkan kembali kepesertaan mereka karena JKN ini sangat penting bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan," ujarnya Rabu (12/3/2025).
Selain peserta tidak aktif, masih terdapat 57.380 jiwa atau 0,82% penduduk Riau yang belum terdaftar dalam program BPJS Kesehatan.
Untuk mengatasi hal ini, BPJS Kesehatan terus menggencarkan sosialisasi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah guna memastikan perlindungan kesehatan bagi seluruh warga.
Baca Juga
BPJS Kesehatan menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam membayar iuran secara rutin, agar mereka tetap dapat memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan.
"Upaya peningkatan kepatuhan iuran menjadi langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan Program JKN serta akses pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat," ujarnya.