Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BI Sumsel Ingatkan 3 Komoditas Berpotensi Sumbang Inflasi Saat Puasa dan Idulfitri

Capaian inflasi pada bulan Februari di Sumatra Selatan sebesar 0,01% dan menjadi yang terendah kedua di Pulau Sumatra.
Ilustrasi/Bisnis
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, PALEMBANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan menyebut terdapat tiga komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri. 

Komoditas yang dimaksud meliputi tarif angkutan udara, daging ayam, dan telur ayam. 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Selatan (Sumsel) Ricky P Gozali mengatakan capaian inflasi pada bulan Februari di wilayah itu sebesar 0,01% dan menjadi yang terendah kedua di Pulau Sumatra. 

Sementara untuk rata-rata inflasi pada momen Ramadan dan Idulfitri pada saat sebelum pandemi yaitu sebesar 0,54%. 

“Capaian inflasi Sumsel bulan Februari cukup membahagiakan, tetapi tetap perlu mewaspadai lonjakan inflasi pada bulan puasa dan Idulfitri,” katanya dalam High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD se Sumsel, dikutip Kamis (21/3/2024). 

Dia memerinci dari total delapan komoditas pangan yang diamati, terdapat tujuh komoditas yang perlu diwaspadai oleh pemerintah setempat karena berpotensi terus mengalami kenaikan harga. 

Adapun komoditas itu diantaranya beras, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, aneka cabai dan juga bawang. 

Ricky menambahkan, dalam upaya pengendalian inflasi itu pihaknya mengusulkan rekomendasi baik untuk jangka pendek dan jangka panjang. 

Untuk jangka pendek, kata dia, pengendalian inflasi dapat dilakukan melalui implementasi dan optimalisasi 4K yaitu ketersedian pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. 

“Kemudian untuk jangka panjang, kita mendorong implementasi IP200 dan IP300 untuk optimalisasi produksi beras, mendorong pengembangan budidaya dan KAD komoditas bawang merah dan cabai, serta mengoptimalisasi gerakan tanam di rumah, sekolah serta korporasi,” jelasnya. 

Di lain sisi, Penjabat Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengakui pemerintah provinsi bekerja sama dengan seluruh pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya dalam menjaga laju inflasi salah satunya melaksanakan kegiatan pasar murah. 

Kendati begitu, pelaksanaan pasar murah dinilai beberapa pihak belum dapat dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat yang membutuhkan dan terbatas di beberapa titik. 

“Ya, berbagai kekurangan dan kelemahan pelaksanaan pasar murah yang dilaksanakan setiap Senin, Selasa dan Kamis itu terus kita evaluasi. Kita lakukan pengawasan, maka kita gunakan kupon untuk memastikan orang yang membeli di pasar murah orang yang tepat,” jelasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper