Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Strategi Pemprov Sumut Kendalikan Laju Inflasi

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Sumut) optimistis pengendalian inflasi di Sumut tetap terjaga seiring langkah yang diambil Pemprov.
Ilustrasi/Bisnis
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Sumut) optimistis pengendalian inflasi di Sumut tetap terjaga seiring langkah yang diambil Pemprov.

Kendati, Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Hassanudin menilai Sumut tetap perlu waspada dengan sejumlah komoditas pangan yang kerap memicu inflasi di Sumut.

"Inflasi kita pada Februari secara year-on-year sebesar 2,50%. Sumut masuk 10 provinsi dengan inflasi terendah di nasional, di mana tingkat inflasi nasional kemarin 2,75% (yoy). Namun, kita tetap harus waspada. Ada beberapa komoditas penyumbang inflasi di Sumut termasuk beras, daging ayam, dan cabai merah," kata Hassanudin dalam keterangan resmi yang diterima Selasa (19/3/2024).

Hassanudin menyebut, Pemprov telah melakukan sejumlah intervensi guna meredam laju inflasi, terutama jelang Ramadan kemarin di mana harga sejumlah kebutuhan pokok bergerak naik.

Bentuk intervensi itu antara lain dengan menggelar pasar murah di 14 kabupaten/ kota se Sumut, terhitung sejak 1 Februari hingga 7 Maret 2024. Sejumlah kebutuhan pokok strategis disiapkan pemerintah setiap harinya yang dapat ditebus masyarakat dengan harga murah. Antara lain beras (dengan stok 5 ton), minyak goreng (2 ton), telur ayam (200 papan), serta gula pasir (1 ton).

Pemprov juga melakukan monitoring dan pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok dengan secara berkala melakukan sidak ke distributor, produsen, sampai ke pedagang pasar tradisional.

Di samping itu, kata Hassanudin, Gerakan Sumut Menanam khususnya untuk komoditas sayur dan cabai juga telah digalakkan Pemprov. 

Dimulai pada 16 Januari lalu di Desa Sampun Kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Karo, program dalam rangka mencukupi stok komoditas pangan di Sumut itu rencananya akan dilakukan di seluruh kabupaten/kota sepanjang 2024.

Guna mengantisipasi inflasi dari sisi transportasi khususnya saat musim libur dan hari besar keagamaan, tahun 2024 ini Pemprov kembali menggelar Program Mudik Gratis Idulfitri 1445 Hijriah.

Sebanyak 65 Bus disiapkan Pemprov Sumut untuk mengangkut sekitar 2.780 pemudik yang akan berlebaran di kampung halaman pada lebaran kali ini.

Ia pun menyebut Pemprov terus mendorong optimalisasi kerja sama antar daerah untuk menahan laju inflasi Sumut.

Kerja sama itu antara lain dengan menyuplai pasokan ke daerah-daerah defisit dari daerah surplus agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan berbagai bantuan pangan untuk masyarakat Sumut. Bantuan ini sangat penting bagi masyarakat Sumut, terutama dalam upaya menjaga stabilitas pangan dan menekan inflasi, serta mengantisipasi krisis pangan," ujarnya. (K68)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Delfi Rismayeti
Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper