Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kenaikan Tarif Tol Pekanbaru-Dumai Dinilai Wajar Karena Investasinya Besar

Kenaikan tarif tol dapat meningkatkan biaya transportasi para pengguna jalan bebas hambatan itu, hingga akan berdampak kepada harga barang.
Ilustrasi/Bisnis
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, PEKANBARU -- Kenaikan tarif tol Pekanbaru-Dumai sebesar 44,72% dan mulai berlaku pada 4 Maret 2024 mendatang, dinilai wajar karena jalan tol adalah jalan berbayar dan investasi yang sudah dikeluarkan nilainya sangat besar.

Edyanus Herman Halim, ekonom Universitas Riau memberikan analisis terkait kenaikan tarif tol Pekanbaru-Dumai yang berpotensi menambah beban masyarakat. Menurutnya kenaikan tarif tol dapat meningkatkan biaya transportasi para pengguna jalan bebas hambatan itu, hingga akan berdampak kepada harga barang. 

"Tentu ini akan menambah biaya transportasi orang, lalu menaikkan tarif transportasi umum juga secara ekonomi akan menaikkan biaya operasional usaha, dan membuat masyarakat makin terbebani," ujarnya, Rabu (21/2/2024).

Walau demikian, dia memahami bahwa jalan tol merupakan jalan berbayar, dan pemerintah telah melakukan kalkulasi untung rugi dari investasi yang telah dikeluarkan. 

"Pemerintah sudah kalkulasi untung rugi dari investasi yang sudah dikeluarkan. Namanya ini bisnis, tentu akan kemudian mungkin juga dilihat dari kapasitas kendaraan yang melintas," jelasnya.

Menurut Halim, kenaikan tarif tol mungkin merupakan langkah untuk mempercepat Break Event Point (BEP) dengan meningkatkan pendapatan. "Pemerintah hitung ulang agar percepat BEP dengan kenaikan tarif tol, dan pendapatan operator jalan tol jadi meningkat," tambahnya.

Dalam pandangannya, Halim mengakui bahwa kenaikan tarif tol dapat berkontribusi pada kenaikan inflasi melalui biaya transportasi. Namun, dia menekankan perlunya berpikir holistik dan mencari intervensi yang dapat meredam dampak inflasi. "Inflasi diperlukan untuk ekonomi negara, tapi tentu pemahamannya harus holistik," ujarnya.

Halim juga menyoroti kebutuhan operator tol untuk memastikan kelangsungan cashflow usaha mereka. Analisis ekonom ini memberikan wawasan mendalam terkait dampak ekonomi dari kenaikan tarif tol yang perlu diperhitungkan oleh pemerintah dalam kebijakan mereka.

Pada September 2020 lalu saat peresmian jalan tol Pekanbaru-Dumai, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pembangunan jalan tol yang baru saja diresmikan secara virtual itu, telah menelan biaya investasi hingga Rp12,18 triliun.

"Alhamdulillah pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,5 km dengan biaya Rp12,18 triliun telah rampung dan telah selesai serta dapat dioperasikan secara penuh, dan sudah bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif baik bagi masyarakat di Provinsi Riau atau masyarakat yang melintas," kata Jokowi.

Adapun tarif jalan tol Pekanbaru-Dumai (Permai) bakal mengalami kenaikan sebesar Rp53.000 untuk kendaraan Golongan I atau kendaraan kecil, dari sebelumnya Rp118.500, namun mulai 4 Maret 2024 mendatang, kendaraan kecil akan dikenakan tarif sebesar Rp171.500 atau naik sebesar 44,72%.

Kenaikan tarif ini diumumkan melalui Keputusan Menteri PUPR Nomor 415/2024, tentang Penyesuaian Tarif Tol pada Ruas Tol Pekanbaru-Dumai. Surat keputusan ini diteken oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada 19 Februari 2024, dan akan berlaku efektif 14 hari kalender setelah SK tersebut ditetapkan.

"Tarif baru ruas tol Pekanbaru-Dumai berlaku untuk kendaraan Golongan I sebesar Rp171.500, kendaraan Golongan II sebesar Rp257.000, Golongan III Rp257.000, serta Golongan IV dan V sebesar Rp343.000," seperti dikutip dari SK Menteri PUPR tersebut.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arif Gunawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper