Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja Perbankan Kepri Tumbuh Positif di 2023, Kredit Tumbuh 7,88%

Kinerja industri perbankan di Kepulauan Riau (Kepri) tetap terjaga dengan tingkat intermediasi yang positif di penghujung 2023 kemarin.
Pegawai menghitung uang rupiah di kantor cabang CIMB Niaga di Jakarta, Senin (5/2/2024). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai menghitung uang rupiah di kantor cabang CIMB Niaga di Jakarta, Senin (5/2/2024). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, BATAM - Kinerja industri perbankan di Kepulauan Riau (Kepri) tetap terjaga dengan tingkat intermediasi yang positif di penghujung 2023 kemarin.

Pada posisi Oktober 2023, pertumbuhan aset bank umum di Kepri tumbuh sebesar 16,83% (ytd), dan secara year on year (yoy) tercatat tumbuh 23,49% menjadi Rp 123,90 triliun.

"Pertumbuhan aset bank umum di Kepri melampaui pertumbuhan aset bank umum secara nasional yaitu sebesar 4,91% (yoy)," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri Rony Ukurta Barus, Rabu (7/2/2024) di Kantor OJK Kepri.

Kinerja perbankan di Kepri dapat dilihat dari tingkat penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 7,88% (yoy) menjadi Rp48,96 triliun, atau meningkat dari Oktober 2022 sebesar Rp45,39 triliun. Lalu Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami tumbuh positif sebesar 15,66% (yoy) menjadi Rp84,65 triliun, atau meningkat dari Oktober 2022 sebesar Rp73,19 triliun.

"Pertumbuhan penyaluran kredit dan DPK di Kepri pada posisi Oktober 2023 juga tumbuh di atas pertumbuhan nasional yang mencapai 8,99% dan 3,43%," imbuhnya.

Sementara itu, aset Bank Perkreditan Rakyat/Syariah (BPR/BPRS) di Kepri tercatat tumbuh 19,13% menjadi Rp9,94 triliun. Pertumbuhan aset BPR/S tersebut ditopang dari pertumbuhan kredit sebesar 21,10%, menjadi Rp7,45 triliun, dan pertumbuhan DPK sebesar 29,49% menjadi Rp7,97 triliun.

Namun demikian dari tingkat risiko kredit, Non Performing Loan (NPL) perbankan atau kredit macet, baik bank umum maupun BPR/S di Kepri pada posisi Oktober 2023 masih berada dalam ambang batas.

"Terkait hal tersebut, OJK Kepri secara intensif akan melakukan pemantauan untuk memastikan perbaikan kredit macet di Kepri," pungkasnya.(K65)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper