Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Lagi Manis, Produksi Jagung 2024 di Sumbar Ditargetkan Meningkat

Produksi jagung di Provinsi Sumatra Barat pada 2024 ditargetkan meningkat pada tahun 2024 ini seiring membaiknya harga jagung di tingkat petani.
Seorang petani saat memanen jagung di Desa Aur Duri Surantih, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, Kamis (11/8/2022). Bisnis-Muhammad Noli Hendra
Seorang petani saat memanen jagung di Desa Aur Duri Surantih, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, Kamis (11/8/2022). Bisnis-Muhammad Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - Produksi jagung di Provinsi Sumatra Barat pada 2024 ditargetkan meningkat pada tahun 2024 ini seiring membaiknya harga jagung di tingkat petani.

Sekretaris Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumbar Ferdinal Asmin mengatakan melihat kondisi harga jagung tergolong menguntungkan petani maka diperkirakan produksi jagung akan meningkat pada tahun 2024.

"Harga jagung di tingkat petani saat ini mencapai Rp6.000 per kilogram. Harga ini sangat bagus, karena biasanya harga jagung itu Rp3.500 hingga Rp4.000 per kilogram," katanya kepada Bisnis di Padang, Kamis (25/1/2024).

Dia menjelaskan produksi jagung di Sumbar diperkirakan bisa mencapai 850.OOO ton dengan luas lahan sekitar 122.000 hektare. Target produksi tahun 2024 ini naik dari produksi tahun 2023 sebesar 800.000 ton.

"Data sementara produksi 2023 di Sumbar 792.000 ton dalam bentuk jagung pipil," ujarnya.

Ferdinal menyampaikan berdasarkan data lapangan, kawasan perkebunan jagung di Sumbar diproduksi hampir seluruh kabupaten dan kota di Sumbar, kecuali di Kota Padang Panjang. 

Kawasan pertanian jagung yang tertinggi adalah Kabupaten Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Limapuluh Kota, Agam, dan Solok Selatan.

"Kalau untuk varietas jagung yang banyak di Sumbar ini, paling banyak dikembangkan adalah P32 dan NK22," sebutnya.

Selain itu, Ferdinal menjelaskan untuk lahan jagung di wilayah Sumbar memang banyak sebagai pergiliran tanaman pada sawah. Dia berharap lahan peremajaan sawit bisa dialokasikan untuk jagung sambil menunggu sawit berbuah. 

"Nah cara menanam jagung di lahan perkebunan sawit yang di replanting inilah yang juga menjadi harapan turut menunjang peningkatan produksi di tahun 2024 ini," ucapnya.

Salah seorang petani di Inderapura Pessel, Dodi mengaku bahwa harga jagung memang lagi bagus. Kondisi itu bahkan sudah dirasakan sejak Desember 2023 lalu.

"Harga jagung sekarang Rp6.000 hingga Rp6.500 per kilogramnya," kata dia.

Dodi menduga adanya kenaikan harga jagung itu akibat adanya petani mengalami penurunan produksi akibat bencana alam. Bahkan ada petani yang gagal panen, terutama bagi lahan yang terendam banjir.

"Petani di Inderapura ini ada gagal panen, ladang jagung direndam banjir," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper